TERMINALNEWS.ID, LONDON — Nomor punggung 9 di Chelsea kembali menjadi sorotan. Selama lebih dari dua dekade, sejumlah striker yang mengenakan nomor keramat tersebut justru kesulitan menunjukkan ketajamannya di depan gawang. Kini, harapan untuk mengakhiri apa yang disebut sebagai “kutukan nomor 9” berada di pundak penyerang asal Brasil, Joao Pedro.
Secara harfiah, tidak ada bukti bahwa nomor 9 membawa kutukan mistis. Namun, catatan performa para pemain Chelsea yang mengenakan nomor tersebut memang cukup mencolok. Sejak Jimmy Floyd Hasselbaink meninggalkan klub pada 2004, tercatat 11 pemain pernah mengenakan nomor 9, meski dua di antaranya bukan penyerang.
Hasselbaink sendiri menjadi standar yang sulit dilewati. Selama mengenakan nomor 9 pada periode 2000-2004, ia mencetak 87 gol dalam 177 pertandingan untuk Chelsea. Setelah kepergiannya, produktivitas para penerusnya cenderung menurun.

Deretan Striker yang Kesulitan
Mateja Kežman menjadi salah satu contoh awal. Datang setelah mencetak 30 gol bersama PSV, Kežman hanya mampu mengemas tujuh gol dalam 41 pertandingan saat mengenakan nomor 9 di Chelsea.
Hernán Crespo sebenarnya memiliki reputasi sebagai striker kelas dunia, tetapi masa baktinya di Chelsea lebih banyak diwarnai peminjaman. Setelah itu, Chelsea mendatangkan Fernando Torres dengan nilai transfer yang kala itu mencapai £50 juta.
Dengan kurs sekitar £1 = Rp24.030 pada 31 Agustus 2026, nilai £50 juta tersebut setara dengan sekitar Rp1,20 triliun. Angka itu merupakan konversi nilai £50 juta menggunakan kurs saat ini, bukan nilai rupiah pada saat transfer dilakukan.
Torres kemudian mencetak 45 gol dalam 172 pertandingan. Meski tidak memenuhi ekspektasi sebagai penyerang termahal pada masanya, ia tetap memiliki sejumlah momen penting, termasuk mencetak gol pada semifinal Liga Champions 2012 dan final Liga Europa 2013.
Setelah Torres, sejumlah nama besar lain juga gagal sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Radamel Falcao hanya mencetak satu gol dalam 12 pertandingan, sementara Álvaro Morata mengoleksi 24 gol dari 72 pertandingan. Gonzalo Higuaín, yang datang sebagai pemain pinjaman pada 2019, mencetak lima gol dalam 19 laga.
Romelu Lukaku juga menjadi bagian dari cerita tersebut. Pada periode keduanya di Chelsea, Lukaku mencetak 15 gol dalam 44 pertandingan dengan nomor 9. Pierre-Emerick Aubameyang kemudian hanya menghasilkan tiga gol dari 21 pertandingan.
Tammy Abraham Sempat Berikan Harapan
Di antara para pemain tersebut, Tammy Abraham menjadi salah satu pengecualian. Ia mencetak 30 gol dalam 82 pertandingan selama periode mengenakan nomor 9. Dalam satu musim Premier League, Abraham bahkan mencetak 15 gol, yang disebut sebagai catatan liga tertinggi dalam daftar pemain nomor 9 Chelsea tersebut.
Namun, Liam Delap kembali membuat cerita nomor 9 Chelsea terlihat buruk. Pada musim 2025-2026, Delap hanya mampu mencetak dua gol dalam 41 pertandingan.
Joao Pedro Menjadi Harapan Baru
Kini, Joao Pedro mendapat kesempatan untuk mengubah cerita tersebut. Penyerang Brasil itu disebut langsung mencetak gol hanya 32 detik setelah mengenakan nomor 9 yang selama ini dianggap bermasalah.
Pada musim pertamanya, Pedro mampu mencetak 20 gol di semua kompetisi, ditambah tiga gol di Piala Dunia Antarklub, termasuk satu gol di partai final. Performa tersebut membuatnya berkembang menjadi salah satu titik utama serangan Chelsea.
Dengan kualitas lini serang Chelsea yang disebut semakin baik dan kehadiran Xabi Alonso sebagai pelatih, Joao Pedro dinilai memiliki lingkungan yang lebih mendukung untuk berkembang. Tantangannya kini sederhana: membuktikan bahwa nomor 9 Chelsea bukanlah kutukan, melainkan sekadar nomor punggung.

