BerandaSportSoccerJerman Ancam Boikot Piala...

Jerman Ancam Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Pernyataan Donald Trump soal Greenland

BERLIN, TERMINALNEWS.ID – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 pada musim panas mendatang, sejumlah negara unggulan mulai bersiap memburu kejayaan di Amerika Utara.

Timnas Jerman di bawah arahan Julian Nagelsmann termasuk salah satu kandidat kuat juara. Namun, partisipasi Die Nationalmannschaft kini diliputi tanda tanya besar.

Selain Jerman, Argentina sebagai juara bertahan Piala Dunia 2022 juga berambisi mempertahankan statusnya sebagai tim terbaik dunia. Namun persaingan dipastikan ketat dengan kehadiran Spanyol, Inggris, dan Prancis yang siap mengguncang dominasi.

Piala Dunia 2026 sendiri akan mencatat sejarah sebagai edisi pertama yang diikuti 48 negara, bertambah dari format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 tim.

Di tengah persiapan tersebut, muncul isu sensitif yang berpotensi berdampak besar. Jerman, yang telah empat kali menjuarai Piala Dunia, disebut-sebut bisa mempertimbangkan boikot turnamen menyusul pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait Greenland.

Baca Juga :   Bank Jakarta dan Persija Bangun Ekosistem Baru untuk Warga Ibu Kota

Trump, yang kini menjalani masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS, menyatakan bahwa negaranya perlu menguasai Greenland demi kepentingan keamanan nasional. Pernyataan itu ditentang keras oleh pemimpin Greenland dan Denmark, yang merupakan anggota NATO. Meski begitu, Trump bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Tak hanya itu, Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap negara-negara yang tidak mendukung rencananya. Dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pekan lalu, Presiden berusia 79 tahun itu mengatakan, “Saya mungkin akan mengenakan tarif kepada negara-negara yang tidak sejalan dengan rencana Greenland, karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional.”

Menanggapi situasi tersebut, politisi Jerman dari Partai CDU, Jurgen Hardt, menyebut bahwa Jerman bisa saja menarik diri dari Piala Dunia 2026 sebagai bentuk tekanan politik. Pernyataan itu ia sampaikan kepada media Jerman, BILD.

“Menarik diri dari turnamen hanya akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir untuk membuat Presiden Trump berpikir ulang mengenai isu Greenland,” ujar Hardt.

Baca Juga :   Lisandro Martinez Kena Kartu Merah, Liga Inggris Kasih Keterangan Usai Kekalahan Manchester United dari Leeds

Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa negara-negara NATO pada akhirnya akan menemukan titik temu terkait keamanan Greenland. Hardt, yang merupakan perwakilan fraksi CDU/CSU untuk urusan kebijakan luar negeri, kembali menekankan bahwa boikot Piala Dunia bukan opsi utama.

Laporan tersebut menyebutkan Hardt sebagai politisi pertama yang secara terbuka mengaitkan keikutsertaan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 dengan situasi geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat.

Jerman bukan satu-satunya negara yang mengungkapkan kekhawatiran soal partisipasi di Piala Dunia 2026. Pada September 2025 lalu, sejumlah pejabat pemerintah Spanyol juga sempat menyatakan bahwa penarikan tim nasional dari turnamen tersebut bisa terjadi akibat meningkatnya ketegangan politik global.

Jika Jerman benar-benar absen, hal itu akan menjadi kejadian langka dalam sejarah Piala Dunia. Sejak turnamen pertama digelar pada 1930, Jerman hanya dua kali tidak ambil bagian. Mereka absen pada edisi perdana di Uruguay dan tidak diundang pada Piala Dunia 1950, lima tahun setelah Perang Dunia II berakhir.

Baca Juga :   Liverpool Resmi Juara Liga Inggris di Musim Perdana Arne Slot, Ini Rencana Parade Trofi

Dengan koleksi empat gelar juara dunia (1954, 1974, 1990, dan 2014), Jerman merupakan negara tersukses kedua di ajang Piala Dunia, di bawah Brasil yang telah mengoleksi lima trofi. Di level Eropa, hanya Italia yang mampu menyamai jumlah gelar Jerman.

Di luar sepak bola, Jerman juga memiliki sejarah boikot ajang olahraga besar. Salah satunya terjadi pada Olimpiade Musim Panas 1980 di Moskow, ketika Jerman Barat ikut memprotes invasi Uni Soviet ke Afghanistan.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kodaeral IV Gelar Uji Terampil Glasgapur P1-P2 2026, Tingkatkan Kesiapan dan Profesionalisme Prajurit

TERMINALNEWS.ID, BATAM – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menggelar Uji...

Kemenkop dan Aspebindo Siap Perkuat Sinergi Untuk Mendukung Kemandirian Energi Nasional

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) komitmen untuk terus memperkuat sinergi...

PEMILU ISRAEL DI UJUNG TANDUK: SAAT 18 KURSI ARAB MENENTUKAN NASIB ZIONIS

OLEH: Andi Malarangeng PEMILU Israel 27 Oktober 2026 berakhir dengan sebuah paradoks...

FINITO? BELUM. TAPI TIKET WAPRES SUDAH DICETAK ULANG

OLEH: Tommy R. Arief KEMARIN, 30 Oktober 2026, Mahkamah Agung mengetuk palu:...

- A word from our sponsors -