OLEH: mBah Coco
UNTUK MENGULAS sebuah artikel, analisis teknis dan non-teknis, mBah Coco, menggunakan para meter, hasil empat (4) pertandingan di penyisishan grup, putaran final AFC Cup U-23, yang malam ini akan berlangsung Indonesia vs Uzbekistan.
Dipastikan, Indonesia, sebagai tuan rumah, menggunakan jersey warna merah, sedangkan Uzbek, pake putih, list hijau.
mBah Coco, bertutur dulu, tentang skuad kedua tim, dari jejaknya saat kedua negara ini, lolos putaran final Piala Asia 2023, yang berlangsung 12 Januari hingga 10 Februari 2024.
Piala Asia senior dan Piala Asia U-23 yang berlangsung sejak 15 April hingga 2 Mei nanti, sama-sama berlaga di Qatar.
Dalam dua event senior dan usia muda, pelatih Indonesia tetap menggunakan Shin Tae-yong. Sedangkan, pelatih Uzbekistan senior dilatih Streco Katanek, dan Uzbekistan Yunior, dilatih Timur Kapadze.
Streco Katanek, pernah merasakan World Cup 1990, sebelum akhirnya Yugo pecah menjadi enam negara. Di tahun 1984, gelandang bertahan yang bermain di Olimpija, Slovenia, pernah meraih medali perunggu Olimpiade, dibawah asuhan Ivan Toplak (juga mantan pelatih Indonesia 1991 – 1993), menggantikan Anatoly Polosin.
Sedangkan Timur Kapadze, yang kini siap-siap menghadapi Indonesia, adalah asli anak Uzbek, dan prestasinya adalah runner up Piala Asia U-23, tahun 2022, yang berlaga di negerinya sendiri. Sejak gantung sepatu, Kapadze, sudah mengelola Azbekistan youn guns sejak 2021.
Untuk Shin Tae-yong, sepertinya warga penggila dan pencinta sepak bola Indonesia, sudah tidak asing lagi. Sejak memperkuat tim Korsel U-17 hingga senior (1987 – 1997), juga menjadi arsitek Korsel U-20 hingga senior (2015 – 2018).
Yang akhirnya, November 2019 dikontrak PSSI, sebagai pelatih nasional Indonesia yunior dan senior. Setelah sukses mengantarkan Indonesia U-23 ke semifinal ACF Cup U-23, kontraknya diperpanjang, sampai 2027 nanti.
Jejak Uzbekistan di Piala Asia, Februari lalu, masuk dalam Grup B, bersama Australia, Syria dan India, lolos ke babak 16 Besar menghadapi Thailand, 2 – 1.
Namun, terhenti di babak 8 Besar oleh tuan rumah Qatar, lewat adu penalti. Sedangkan, Indonesia, lolos ke 16 Besar, namun dihajar Australia, 0 – 4.
Di level young guns, Uzbekistan, dari catatan mBah Coco, menyimpan talenta-talenta muda. Dari Piala Asia senior ke yunior, tercatat ada delapan (8) pemain, yang sudah masuk level senior, yang kini menjadi skuad inti Uzbekistan U-23.
Mereka adalah, Mukhammadkodir Kholmatov (belakang), Diyor Kholmatov (tengah), Abduvohid Nematov (kiper), Khojimal Erkinov (tengah, Torpedo Moscow, 19 kali main senior, 3 gol), Abbosbek Fayzullaev (tengah, SCKA Moscow, 7 kali senior, 1 gol), Abdukodir Khusanov (belakang, Lens Perancis, 7 kali senior), dan Zafamurod Abdulakhmatov (belakang).
Dari skuad Uzbekistan U-23 kali ini, ada dua pemain pencetak dua (2) gol. Yaitu, Khusayin Norchaev, Alisher Odilov. Dan, yang satu (1), nyaris semua pemainnya, sudah merasakan mencetak gol.
Yaitu, Alibek Davronov, Khojimat Erkinov, Jasurbek Jaloliddinov, Ruslanbek Jiyanov, Mukhammadkodir Khamraliev, Diyor Kholmatov, Ulugbek Khoshimov, dan Umarali Rakhamonaliev
Dari Indonesia U-23, ada sebelas (11) pemain yang sudah masuk skuad tim senior. Namun, satu pemain yang tidak bisa memperkuat sampai ke semi final, mereka adalah Ernando Ari, Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, Rafael Struick, Pratama Arhan, Hokki Caraka, Ramadhan Sananta, Ivar Jenner, Justin Hubner. Beruntung, Elkan Baggott digantikan Nathan Tjoe-A-On di detik-detik terakhir.
Dibandingkan produktifitas gol. Kalau Uzbekistan U-23, hampir semua pemainnya merasakan kegembiraan cetak gol. Sedangkan, Indonesia U-23 hanya empat pemain, yaitu Komang Teguh, Marselina Ferdinan, Rafael Struick mencetak dua (2) gol, dan Witan Sulaeman satu (1) gol.
Dari penyisihan grup, Uzbekistan U-23 secara taknis, sudah membuktikan pertahanannya tidak pernah kebobolan, dibandingkan Indonesia U-23. Di Grup D, Uzbek vs Malaysia (2 – 0), Kuwait vs Uzbek (0 – 5), Uzbek vs Vietnam (3 – 0). Di 8 besar, Uzbek vs Arba Saudi (2 – 0 ).
Indonesia U-23, di Grup A, sudah kebobolan 7 gol, dua (2) diantaranya gol bunuh diri, yang dilakukan Komang Teguh (versus Jordania) dan Justin Hubner (versus Korea Selatan).
Hasilnya, Qatar vs Indonesia (2 – 0), Australia vs Indonesia (1 – 0), Yordania vs Indonesia (1 – 4). Di babak 8 besar, Korea Selatan vs Indonesia (2 – 2, 10 – 11).
Dari sinilah, mBah Coco memprediksi, bahwa Uzbekistan U-23 akan memenangkan pertandingan dengan selisih tipis, bisa 1 – 0, bisa 2 – 1, bisa juga 3 – 2. Yang pasti, sulit menghasilkan 0 – 0. Pasalnya, produktifitas kedua tim, sama-sama punya pemain yang bisa dengan mudah mencetak gol.
Ada empat (4) yang akan diprediksi mBah Coco, dari berbagai versi. Anda boleh percaya, dan Anda boleh tidak peduli. Filosofi mBah Coco, adalah BOLA SUDAH BULAT.
TEKNIS
Uzebekistan, produktifitas gold an pertahanan nomor satu
NON-TEKNIS
Indonesia, menang bonus, Rp 23 miliar
PRIMBON
Indonesia di Senin LEGI, dominan gunakan jersey warna MERAH
RUMAH TARUHAN
Indonesia di fur ¾ atau 0.75, Uzbek diunggulkan bandar, menang selisih satu gol
Selamat menyaksikan !

