BerandaDaerahJakarta Butuh Guyub: Pesan...

Jakarta Butuh Guyub: Pesan Pramono di Halalbihalal Menteng

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di lingkungan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/4). Dalam momentum halalbihalal pasca-Idulfitri, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir di tengah warga, menyatu dalam kebersamaan yang sederhana namun bermakna.

Kehadiran gubernur disambut antusias. Warga berkumpul, bersalaman, dan berbincang dalam suasana guyub yang mencerminkan wajah Jakarta sesungguhnya beragam, namun tetap satu.

Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan bahwa harmoni sosial tidak hadir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari kebiasaan baik yang terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Jakarta, menurutnya, adalah rumah bersama yang diisi oleh berbagai latar belakang agama, budaya, dan tradisi.

Ia menyinggung bagaimana berbagai perayaan keagamaan dan budaya mulai dari Natal, Imlek, Nyepi, hingga Idulfitri dapat berlangsung berdampingan. Hal ini menjadi bukti bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga :   BMKG Hujan Berpotensi Basahi Jakarta Hari Ini

Bagi Pramono, kekuatan Jakarta sebagai kota global justru terletak pada kemampuan warganya menjaga solidaritas sosial. Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak hanya merawat kebersamaan, tetapi juga aktif mengawal pembangunan agar manfaatnya dirasakan secara merata.

Dalam dialog yang cair, ia juga memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah berjalan. Penataan kawasan perkotaan, pengembangan transportasi publik seperti LRT, hingga penguatan layanan kesehatan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jakarta yang lebih layak huni dan berkelanjutan.

Namun di atas semua itu, ia menekankan satu hal penting: peran warga. Menurutnya, kota yang aman dan nyaman tidak hanya dibangun oleh kebijakan, tetapi juga oleh kepedulian masyarakat yang menjaga lingkungannya tetap rukun.

Baca Juga :   Jakarta Perkuat Peran Sebagai Kota Global Lewat BBTF 2025

Halalbihalal di Menteng itu pun menjadi lebih dari sekadar tradisi. Ia menjelma ruang perjumpaan antara pemimpin dan warga, antara harapan dan kenyataan, sekaligus pengingat bahwa Jakarta dibangun bukan hanya dengan beton dan infrastruktur, tetapi juga dengan rasa kebersamaan.|Sumber : Dinas Kominfotik

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img