LIVERPOOL, TERMINALNEWS.ID – Everton mengeluarkan pernyataan resmi setelah istri Dominic Calvert-Lewin, Sandra, menjadi korban pelecehan online usai pertandingan terakhir di Goodison Park.
Calvert-Lewin menjalani musim yang kurang memuaskan bersama The Toffees. Striker berusia 27 tahun itu hanya mencetak tiga gol dalam 25 pertandingan sepanjang musim 2024/25.
Meski demikian, ia berhasil mencatatkan total 30 gol di Premier League di Goodison Park, hanya kalah dari dua legenda Everton, Duncan Ferguson dan Romelu Lukaku.

Setelah laga terakhir melawan Southampton yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Everton, Sandra memberikan dukungan kepada suaminya melalui unggahan di Instagram.
“30 gol di Goodison. Tiga besar sepanjang masa. Mereka mungkin tidak berteriak merayakannya – tapi kami bangga setiap hari,” tulisnya.
Namun tak lama setelah unggahan tersebut, Sandra menerima berbagai komentar bernada pelecehan yang ia kecam secara terbuka.
Ia bahkan berjanji akan melaporkan setiap komentar kasar dan bernada ancaman ke pihak kepolisian dan klub.

Menanggapi kejadian tersebut, Everton mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras tindakan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, klub menyebut perilaku tersebut sebagai “sangat menyakitkan dan mengganggu”, serta menegaskan bahwa mereka bekerja sama dengan kepolisian untuk mengidentifikasi dan membawa pelaku ke proses hukum.
“Everton Football Club mengecam keras ancaman, pelecehan rasis, dan misoginis yang ditujukan kepada istri Dominic Calvert-Lewin di media sosial,” tulis pernyataan klub.
“Perilaku yang menyeramkan dan mengintimidasi ini tidak hanya menyakitkan dan mengganggu, tetapi juga merupakan tindakan kriminal – dan tidak mencerminkan nilai-nilai Everton maupun mayoritas besar pendukung kami.
“Klub memiliki kebijakan nol toleransi terhadap segala bentuk perilaku diskriminatif dan kasar. Kami bekerja sama dengan Kepolisian Merseyside dan Premier League untuk memastikan para pelaku diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.
“Ancaman atau pelecehan dalam bentuk apa pun – baik secara online maupun langsung – sama sekali tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat di dunia sepak bola maupun masyarakat. Klub mendorong siapa pun yang melihat atau mengalami tindakan seperti ini untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang dan platform media sosial terkait. Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada Dominic dan keluarganya.”

Calvert-Lewin sendiri tengah berjuang kembali ke performa terbaiknya setelah pulih dari cedera otot. Ia berpeluang tampil dalam laga terakhir musim ini saat Everton bertandang ke markas Newcastle United di St James’ Park pada Minggu, 25 Mei.
Pertandingan ini bisa menjadi laga terakhir Calvert-Lewin bersama Everton, mengingat kontraknya akan habis musim panas ini.
Meski sang striker dikabarkan terbuka untuk memperpanjang masa baktinya, hingga kini belum ada kepastian soal kontrak baru.


