JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Tim tenis Indonesia menghadapi tantangan berat dalam laga perdana playoff Grup Dunia II Piala Davis 2025 melawan tuan rumah Slovenia.
Meskipun mengalami kekalahan pada dua laga tunggal pertama, Indonesia tidak menyerah dan tetap optimistis untuk mempertahankan peluang di laga selanjutnya.
Pada pertandingan yang digelar pada 1 Februari 2025, Rifqi Fitriadi harus mengakui keunggulan Filip Jeff Planinsek dengan skor 1-6, 3-6.
Sementara itu, Gunawan Trismuwantara juga kalah dari petenis utama Slovenia, Bor Artnak, dengan skor 2-6, 1-6. Non-playing captain tim Indonesia, Febi Widhiyanto, mengakui bahwa kondisi lapangan red-clay di Valenje memberikan keuntungan bagi tim tuan rumah.
“Lawan memang lebih nyaman bermain di lapangan red-clay seperti di Valenje ini,” ungkap Febi.
Meski demikian, Febi tetap optimistis dan mengarahkan fokus tim pada laga ganda untuk menjaga peluang Indonesia. “Kami fokus ganda dulu, agar bisa tetap menjaga peluang,” lanjut Febi.
Laga ganda akan membuka pertandingan pada hari kedua, 2 Februari 2025, di mana pasangan Christopher Rungkat dan M. Rifqi Fitriadi akan berhadapan dengan ganda Slovenia, Sebastian Dominko dan Jan Kupcic.
Febi pun yakin bahwa pasangan ganda Indonesia dapat memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah.
“Christo /Rifqi bisa menahan laju tuan rumah,” tambah Febi.
Christo Rungkat, yang sudah berpengalaman lebih dari 18 tahun di ajang internasional, menjadi andalan tim Merah Putih dalam pertandingan ini. Peringkat ganda ATP tertinggi Indonesia (377) juga menjadikannya pemain yang paling berpengalaman di antara semua pemain kedua negara.
Setelah pertandingan ganda, hari kedua akan dilanjutkan dengan dua laga tunggal, dengan Rifqi Fitriadi berhadapan dengan Bor Artnak, dan Gunawan Trismuwantara melawan Filip Jeff Planinsek.
Slovenia sendiri merupakan tim promosi dari Grup III Zona Eropa, dengan peringkat 63 di ranking Piala Davis, sementara Indonesia berada di peringkat 68.
Pemenang dari pertandingan ini akan melanjutkan perjuangan di Piala Davis Grup Dunia II pada September.

