JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Suasana Balai Kota DKI Jakarta dipenuhi semangat kebersamaan saat ratusan santri dari berbagai pesantren menghadiri acara silaturahmi peringatan Hari Santri Nasional 2025. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir langsung untuk memberikan apresiasi sekaligus pesan inspiratif bagi para santri sebagai garda moral bangsa.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa santri memiliki peran historis dan strategis dalam perjalanan bangsa. “Hari Santri lahir dari semangat juang para ulama dan santri yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat itu harus terus hidup di tengah perubahan zaman,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, peringatan Hari Santri kali ini menjadi momentum refleksi bagi para santri agar tidak hanya fokus pada aspek keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang maju dan beradab.
Menurut Gubernur, santri memiliki enam kekuatan utama: iman, ilmu, amal, akhlak, persatuan, dan perjuangan. Enam hal ini, katanya, merupakan fondasi kokoh dalam mengawal kemajuan bangsa sekaligus membangun karakter warga Jakarta yang berdaya saing.
“Kemajuan kota tidak cukup dengan pembangunan fisik. Kita butuh sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa gotong royong. Di sinilah peran santri menjadi penting,” tutur Pramono.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Jakarta kini tengah menapaki transformasi besar menuju Top 50 Global City pada tahun 2030. Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memprioritaskan sektor pendidikan agar setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama, tanpa terkendala ekonomi.

Gubernur Pramono juga menyoroti perkembangan pesantren yang semakin adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menyebut pesantren kini tidak hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan inovasi sosial.
“Pesantren telah melahirkan wirausahawan muda yang kreatif dan mandiri. Ini menunjukkan bahwa santri bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pelaku pembangunan,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Pramono mengajak para santri untuk terus memperkuat iman dan akhlak, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke dalam kehidupan masyarakat global.
“Jakarta membutuhkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas. Santri adalah salah satu harapan terbesar kita untuk mewujudkannya,” pungkasnya.|Foto : Istimewa


