TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER – Legenda Manchester United, Gary Neville, mengkritik keputusan Patrick Dorgu dalam proses terciptanya gol penyama kedudukan Everton pada menit-menit akhir pertandingan. Menurut Neville, Dorgu melakukan pressing yang tidak perlu sehingga membuka ruang bagi Everton untuk membangun serangan.
Manchester United harus puas bermain imbang 2-2 melawan Everton di Hill Dickinson Stadium, Minggu (6/9/2026). Ainsley Maitland-Niles menjadi penyelamat tuan rumah setelah mencetak gol spektakuler pada menit-menit akhir sekaligus mengamankan satu poin dalam laga debutnya bersama Everton.
United sempat unggul melalui Bryan Mbeumo. Everton kemudian menyamakan kedudukan lewat Tyrique George. Benjamin Sesko yang masuk sebagai pemain pengganti sempat membawa Manchester United kembali unggul sekaligus mencetak gol pertamanya pada musim ini.
Namun, keunggulan tersebut kembali sirna setelah Maitland-Niles mencetak gol penyama kedudukan. Hasil itu membuat Manchester United untuk pertandingan ketiga secara beruntun kebobolan dua gol.

Neville Soroti Kesalahan Dorgu
Meski mengakui gol Maitland-Niles merupakan sebuah tendangan luar biasa, Neville menilai ada sejumlah kesalahan yang terjadi sebelum bola bersarang di gawang Manchester United.
Mantan kapten Manchester United itu secara khusus menyoroti Dorgu yang keluar dari posisinya untuk melakukan pressing secara individual.
“Gol terakhir itu sebenarnya merupakan kesalahan besar. Dorgu entah mengapa keluar untuk melakukan pressing. Itu pressing secara individual,” kata Neville dalam podcast-nya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sky Sports.
Menurut Neville, keputusan Dorgu tersebut membuat lini pertahanan Manchester United kehilangan keseimbangan. Andrey Santos juga dinilai gagal memberikan perlindungan setelah Dorgu meninggalkan posisinya.
“Bolanya kemudian dimainkan melewati Dorgu. Bagi saya, itu terlihat seperti miskomunikasi besar,” ujarnya.
Neville menilai masalah semakin rumit setelah Diogo Dalot ditarik keluar dan digantikan Leny Yoro yang kemudian bermain sebagai bek kanan. Kondisi tersebut membuat lini belakang United kembali mengalami perubahan komposisi.
“Yoro yang masuk sebagai bek kanan bagi saya menunjukkan masalahnya. Lupakan golnya karena itu memang tendangan yang luar biasa, tetapi ada banyak hal yang terjadi sebelum bola masuk ke gawang Manchester United,” kata Neville.
Ia menegaskan Manchester United seharusnya lebih disiplin dalam menjaga struktur pertahanan, terutama ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.
“Anda harus naik dan memastikan tidak ada pemain yang berlari keluar posisi dan melakukan hal-hal bodoh. Dorgu berlari keluar dan bola melewatinya. Everton dengan mudah bergerak ke sisi kiri,” tutur Neville.
Neville Khawatir dengan Perubahan Lini Belakang
Neville juga mempertanyakan keputusan Michael Carrick yang terlalu sering mengubah komposisi lini belakang Manchester United selama pertandingan.
Dalam laga tersebut, Dorgu menjadi salah satu dari lima pemain pengganti yang dimainkan Carrick. Kedua bek sayap United, Luke Shaw dan Diogo Dalot, juga ditarik keluar.
Menurut Neville, perubahan di lini belakang berisiko mengganggu organisasi pertahanan, terlebih Manchester United tidak memiliki banyak pilihan pemain bertahan.
“Anda tidak bisa terus mengubah empat bek. Manchester United memiliki Shaw, Dalot, Maguire dan Lisandro Martinez, dan mereka tidak memiliki banyak pemain di belakang mereka,” katanya.
Neville menilai perubahan lini belakang mungkin dilakukan karena pertimbangan kebugaran pemain atau jadwal pertandingan berikutnya. Namun, ia menyebut keputusan tersebut tetap menjadi persoalan yang perlu diperhatikan Carrick.
“Itu memang menjadi perhatian,” tegas Neville.

