TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibungbulang menggelar sosialisasi di empat kafe yang berada di sepanjang Jalan Nasional wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sabtu malam (17/10/2026). Kegiatan tersebut menyasar tempat-tempat yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak muda pada malam akhir pekan.
Kegiatan yang mengusung tema pencegahan LGBT dan perilaku seksual berisiko itu melibatkan Pelaksana Harian (Plh) Camat Cibungbulang, Kapolsek, Danramil, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), staf kecamatan, serta tim Puskesmas.
Sebelum turun ke lapangan, seluruh tim terlebih dahulu mengikuti pengarahan atau briefing di halaman Kantor Kecamatan Cibungbulang sekitar pukul 18.30 WIB. Rombongan kemudian bergerak pada pukul 20.00 WIB untuk menyambangi empat kafe yang menjadi sasaran kegiatan.
Plh Camat Cibungbulang, Asep Anwar, memimpin langsung kegiatan tersebut. Sosialisasi juga melibatkan pengurus KNPI Cibungbulang, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta jajaran Karang Taruna tingkat kecamatan.
Dalam pelaksanaannya, tim menyampaikan imbauan kepada para pengunjung mengenai pentingnya menjaga kesehatan, pergaulan yang sehat, serta melindungi generasi muda dari perilaku seksual berisiko. Kegiatan itu juga diwarnai seruan penolakan terhadap LGBT yang disampaikan oleh para peserta sosialisasi.

“Pada kegiatan sosialisasi ini, kami menyampaikan penolakan terhadap LGBT di Cibungbulang. Kami ingin generasi muda memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan dan dampak perilaku seksual berisiko,” kata Asep Anwar.
Adapun empat kafe yang menjadi lokasi kegiatan tersebut yakni Kode Cafe, Kafe Pengkolan, KS Cafe, dan Java Cafe.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Sebagai penutup, ratusan anak muda dan pengunjung dari keempat kafe membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap kesepakatan yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Melalui kegiatan ini, Forkopimcam Cibungbulang berharap terjalin sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan kalangan pemuda dalam membangun lingkungan pergaulan yang sehat serta meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kesehatan seksual. (Jefri Sukapura)

