TERMINALNEWS.ID, FRANKFURT – FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang membatalkan gol kemenangan Jerman saat menghadapi Paraguay pada babak gugur Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut menuai kontroversi setelah pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, menyebutnya sebagai sebuah “skandal”.
Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis melalui adu penalti dari Paraguay pada Senin malam. Kekalahan itu semakin menyakitkan karena Die Mannschaft sempat merasa telah mencetak gol penentu kemenangan pada babak perpanjangan waktu.
Bek Jonathan Tah berhasil menyundul bola ke gawang Paraguay pada menit ke-112. Namun, setelah wasit diminta meninjau ulang tayangan melalui monitor VAR di tepi lapangan, gol tersebut dianulir.
Taxx di X: “germany goal was disallowed for this 😭😭 https://t.co/oyJ1swovmn” / X
Wasit menilai bek Jerman Waldemar Anton melakukan pelanggaran dengan menghalangi pergerakan kiper Paraguay, Orlando Gill, sehingga tidak dapat melakukan penyelamatan secara maksimal.
Tidak Boleh Menghalangi Kiper
Melalui pernyataan resminya, Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah sesuai dengan interpretasi terbaru mengenai pelanggaran menghalangi pergerakan lawan.
Menurut Collina, berdiri di suatu posisi memang bukan merupakan pelanggaran. Namun, jika seorang pemain menyerang tidak berusaha memainkan bola dan dengan sengaja bergerak untuk menghalangi lawan, terutama penjaga gawang, maka tindakan tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran.
https://x.com/taxxfcb/status/2071728619735683152
“Ketika seorang pemain menyerang tidak tertarik memainkan bola dan sengaja bergerak, meski hanya sedikit, dengan tujuan jelas menghalangi pergerakan lawan sehingga mencegahnya bertahan, maka wasit dan VAR harus menganalisis insiden tersebut secara saksama dan melakukan intervensi jika diperlukan,” ujar Collina.
Ia menambahkan bahwa aturan tersebut berlaku khusus ketika taktik yang dilakukan bertujuan menghalangi penjaga gawang dalam mempertahankan gawangnya.
“Pelatih dan pemain sudah diberi informasi mengenai interpretasi ini, sehingga seharusnya tidak menjadi kejutan jika wasit menghukum pelanggaran semacam itu,” lanjutnya.
Nagelsmann Luapkan Kekecewaan
Usai pertandingan, Nagelsmann meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan VAR yang membatalkan gol Tah. Pelatih berusia 39 tahun itu bahkan menyebut keputusan tersebut sebagai sebuah “skandal”.
Mantan pelatih Liverpool, Jürgen Klopp, juga ikut memberikan komentar. Ia menyindir bahwa gol seperti itu kemungkinan besar akan tetap disahkan apabila terjadi di level kompetisi klub, sehingga menunjukkan masih adanya area abu-abu dalam penerapan aturan.
Meski demikian, berdasarkan penjelasan FIFA, keputusan wasit dinilai sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku mengenai pelanggaran terhadap penjaga gawang.
Terlepas dari kontroversi tersebut, banyak pihak menilai Jerman tetap harus bertanggung jawab atas kegagalan mereka sendiri.
Dalam adu penalti, Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor, sehingga Paraguay memastikan kemenangan dan melaju ke babak berikutnya.
Hasil ini menambah daftar kegagalan Jerman di turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir. Setelah menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil, performa Die Mannschaft terus menurun.
Mereka tersingkir pada fase grup di Piala Dunia 2018 dan 2022, kemudian terhenti di perempat final Euro 2024 setelah dikalahkan Spanyol. Kini, langkah mereka kembali terhenti lebih awal di Piala Dunia 2026.
Meski skuad Jerman dinilai memiliki kualitas menyerang yang mumpuni, kekompakan tim dianggap belum mampu menyamai generasi emas yang sukses membawa negara itu meraih empat gelar juara dunia.


