BerandaNewsNasionalFerry Juliantono: KDKMP Jadi...

Ferry Juliantono: KDKMP Jadi Instrumen Pemutus Rantai Distribusi

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadar gerai penjualan barang, melainkan instrumen perubahan struktur ekonomi sekaligus pemutus mata rantai distribusi yang membebani masyarakat.

“Kepemilikan lahan yang sempit membuat petani rentan terhadap penindasan rantai distribusi yang panjang. Di sinilah peran KDKMP hadir untuk memotong jalur itu barang bersubsidi langsung dari produsen ke koperasi, lalu ke masyarakat, tanpa perantara yang melipatgandakan harga,” ungkap Menkop saat menjadi narasumber Diskusi Panel: Mengkaji Kebijakan, Memperkuat Manfaat Bagi Rakyat yang diselenggarakan Forum Akademisi Kemdiktisaintek-Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) RI di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulianto dan Kepala BAKOM Syahganda Nainggolan.

Baca Juga :   Kerap Diminta Duduk Sebelah Jokowi di Rapat: Ternyata Prabowo Dilatih Supaya Tak Kaget Setelah Dilantik

Tak hanya memangkas rantai distribusi yang panjang, KDKMP juga menyalurkan barang bersubsidi dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Menkop Ferry mencontohkan harga gas LPG bersubsidi yang seharusnya sekitar dipatok harga Rp 16.000-Rp 18.000 per kg justru di harga retail menjadi Rp20.000-Rp25.000 per kg.

b9cfc0fb 48e7 435f 8951 38018b5938c9
Ferry Juliantono: KDKMP Jadi Instrumen Pemutus Rantai Distribusi

Lebih dari itu, koperasi juga diharapkan menjadi alternatif keuangan pedesaan agar warga tidak terjebak pinjaman ilegal dan praktik lintah darat. “KDKMP harus menyediakan akses pembiayaan yang adil dan terjangkau di tingkat paling bawah,” tegasnya.

Di sisi penyaluran pupuk bersubsidi, KDKMP melalui arahan Kementerian Pertanian (Kementan), pupuk tidak lagi disalurkan perorangan, melainkan melalui kelompok tani yang tergabung dalam koperasi desa, agar perencanaan kebutuhan dan pengawasan distribusi lebih terukur.

Baca Juga :   Banyak Keuntungan Bila 01 atau 03 Gabung Prabowo-Gibran

“Pupuk tidak bisa dibagikan asal. Harus berdasarkan rencana tanam yang disusun bersama kelompok tani. Ini memastikan barang sampai tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” jelas Ferry.

Menkop Ferry mengaku, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah belum adanya lembaga penampung hasil produksi di tingkat desa. Akibatnya, hasil panen mudah diborong pihak korporasi dengan harga yang ditetapkan sepihak.

“Kami sudah mengundang pelaku logistik nasional, mereka mengakui kendala kendaraan pergi mengantar barang, pulang kosong karena tidak ada barang yang diangkut dari desa. Belum ada pusat pengumpul hasil produksi. KDKMP diharapkan mengisi kekosongan ini sebagai penampung sekaligus pengolah hasil warga,” ujarnya.

Menkop menegaskan, visi pangan nasional tidak sekadar menjaga ketersediaan pangan (food security), melainkan menuju kedaulatan pangan (food sovereignty), di mana pangan diproduksi, dikembangkan, dan dikuasai di dalam negeri sendiri, bukan bergantung pada impor.

Baca Juga :   Pengusaha Bali Senang Dengan Pelatihan P3K bagi Pemandu Selam

“Presiden menginginkan pangan kita lahir dari tanah kita, dikelola anak bangsa. KDKMP menjadi ujung tombak ekosistem ini dari produksi, pengolahan, hingga penyaluran langsung ke masyarakat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” tambahnya.

Oleh karena itu Menkop menambahkan, KDKMP tidak sekadar toko kelontong pesaing ritel modern, melainkan memiliki tiga peran khusus. Yakni, menyalurkan barang bersubsidi dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Menyerap dan memasarkan produk warga, dan menjadi perpanjangan tangan program sosial.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar, Promotor Siapkan Donasi untuk Anak Terdampak Konflik

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Konser Andrea Bocelli dalam rangka Romanza 30th Anniversary...

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti Dramatis

TERMINALNEWS.ID, LIVERPOOL – Liverpool berhasil menyingkirkan Chelsea dari ajang Carabao Cup...

25 Tahun Berkarya di Radio Sonora, Stanislaus Jumar Sudjiyana Luncurkan Buku Perjalanan Hidup

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Perjalanan panjang meniti karier di dunia penyiaran menjadi...

Isu Jokowi Pimpin PSI Ikut Seret Nama Dedi Mulyadi, Begini Respons Internal Partai

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Isu Joko Widodo (Jokowi) yang disebut-sebut bakal memimpin...

- A word from our sponsors -