TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Penampilan Felicia atau yang akrab disapa Cia di panggung The Icon Indonesia SCTV menjadi salah satu momen paling berkesan dalam ajang tersebut. Membawakan lagu “Bahasa Kalbu”, Felicia sukses memukau seluruh juri hingga mendapat standing ovation. Tak hanya itu, beberapa juri bahkan terlihat menitikkan air mata karena terbawa emosi.
Anang Hermansyah menjadi salah satu juri yang memberikan pujian tinggi. Menurutnya, Felicia tampil dengan kualitas vokal yang matang, penuh dinamika, serta memiliki teknik bernyanyi yang tidak dimiliki sembarang penyanyi.
“Bernyanyinya penuh dinamika. Tone-nya sempurna, cara mengolah nada, konsonan, hingga warna suaranya benar-benar indah. Itu tidak mudah dilakukan dan membutuhkan perjalanan panjang sebagai seorang penyanyi,” ujar Anang.
Ia bahkan menyebut kualitas suara Felicia terdengar layaknya hasil rekaman studio profesional dengan proses produksi kelas atas, meski seluruh penampilan dilakukan secara langsung di atas panggung.
Pujian tak kalah istimewa datang dari Titi DJ, pencipta lagu “Bahasa Kalbu”. Penyanyi senior itu mengaku terharu mendengar lagu ciptaannya dibawakan dengan penuh penghayatan oleh Felicia.
Menurut Titi, Felicia berhasil menyampaikan setiap lirik dengan begitu indah hingga membuatnya merasa karya tersebut benar-benar dihargai. Bahkan, ia memberikan izin terbuka apabila Felicia ingin merekam lagu itu sebagai single.

“Bila suatu saat kamu ingin merekam lagu ini menjadi single, silakan,” kata Titi DJ yang langsung disambut tepuk tangan meriah penonton.
Sementara itu, Isyana Sarasvati mengaku sudah merasakan merinding sejak awal penampilan Felicia. Baginya, peserta asal kompetisi tersebut tampil layaknya penyanyi profesional yang sudah memiliki jam terbang tinggi.
“Rasanya seperti menonton konser tunggal. Dari awal duduk sampai bernyanyi, semuanya sangat meyakinkan. Improvisasi, pemilihan nada, hingga penyampaiannya benar-benar luar biasa,” ujar Isyana.
Afgan juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan teknik vokal Felicia, terutama dalam membawakan improvisasi riffs dan runs. Menurutnya, teknik tersebut membutuhkan referensi musik yang luas serta latihan yang konsisten.
“Referensi R&B dan teknik riffs and runs kamu sangat kuat. Improvisasimu terlihat sudah dipersiapkan dengan baik,” ungkap Afgan.
Tak berhenti di situ, Isyana bahkan secara terbuka menyatakan siap menghadiri konser tunggal Felicia apabila suatu saat penyanyi muda tersebut menggelarnya.
Suasana haru juga terlihat dari juri yang akrab disapa Pakde. Ia kembali meneteskan air mata saat menyaksikan penampilan Felicia. Menurutnya, bukan hanya makna lirik yang menyentuh, tetapi juga keindahan suara Felicia yang mampu menyampaikan emosi secara alami.
“Keindahan suara itu anugerah Tuhan. Cara Felicia menyanyikannya membuat emosinya sampai tersampaikan begitu kuat,” tuturnya.
Penampilan Felicia pun menjadi salah satu sorotan utama di The Icon Indonesia. Deretan pujian dari para juri, termasuk tawaran istimewa dari Titi DJ untuk merekam “Bahasa Kalbu” sebagai single, semakin menegaskan potensi besar Felicia sebagai salah satu kontestan yang patut diperhitungkan dalam persaingan menuju gelar juara.


