ESPANYOL, TERMINALNEWS.ID – Espanyol mengejutkan banyak penggemar usai melakukan aksi kontroversial menyusul kemenangan Barcelona di RCDE Stadium dalam laga yang memastikan gelar juara La Liga.
Kemenangan Real Madrid atas Mallorca pada Rabu malam sempat menjaga asa dalam perburuan gelar, namun Barcelona hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci trofi. Hal itu akhirnya tercapai setelah Blaugrana menumbangkan Espanyol 2-0 berkat gol di babak kedua dari Lamine Yamal dan Fermin Lopez.
Namun, laga tersebut tak sepenuhnya berjalan mulus. Sebelum kick-off, terjadi insiden mengerikan di luar stadion RCDE. Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah fans terlihat tertabrak kendaraan dan jatuh pingsan.
Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, melaporkan bahwa empat orang mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit, sementara sembilan orang lainnya mengalami luka ringan.
https://x.com/i/status/1923131069164843497
Meski insiden tersebut mencoreng suasana, Barcelona tetap tampil profesional dan memastikan gelar La Liga ke-28 mereka. Saat peluit panjang berbunyi, para pemain Barcelona langsung merayakan kemenangan di tengah lapangan milik rival sekota mereka.
Momen itu memancing emosi suporter Espanyol, terlebih saat Gerard Martin terlihat mendorong Pere Milla ke tanah.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, terlihat memberi isyarat kepada para pemain untuk segera masuk ke ruang ganti usai laga. Namun, perayaan tetap berlangsung di lapangan, hingga pihak stadion Espanyol menyalakan sistem penyiram air (sprinkler) sebagai upaya untuk mengusir para pemain lawan.
Alih-alih pergi, sejumlah pemain seperti Alejandro Balde, Pau Victor, Andreas Christensen, hingga Dani Olmo malah asyik menari di tengah guyuran air, membuat suasana semakin panas namun menghibur.
Reaksi dari netizen pun bermunculan. Seorang fans menulis di media sosial: “Espanyol nyalain sprinkler, tapi pemain Barcelona malah bikin vibes!” Yang lain menambahkan: “Ada yang lihat Espanyol nyalain air buat ngusir pemain Barca?” Sementara komentar ketiga menyebut aksi itu sebagai “Elite s***housery!”
Momen ini mengingatkan kembali pada insiden dua tahun lalu, saat Barcelona juga merayakan gelar La Liga di tempat yang sama, tetapi dikejar oleh ultras Espanyol.
Dalam pernyataan pascalaga, Flick mengatakan: “Saya tahu apa yang terjadi dua tahun lalu dan karena itu saya ingin perayaan dilakukan di dalam (ruang ganti).”

