TERMINALNEWS.ID, DALLAS – Penyerang Norwegia Erling Haaland ikut menyoroti lamanya proses pemeriksaan VAR yang membuat bintang Prancis Kylian Mbappé harus menunggu lebih dari tiga menit sebelum mengeksekusi penalti pada laga perempat final Piala Dunia antara Prancis dan Maroko, Kamis.
Mbappe tampak frustrasi setelah harus menunggu selama 3 menit 10 detik sebelum akhirnya diizinkan mengambil tendangan penalti. Sebelumnya, ia dijatuhkan bek Maroko Noussair Mazraoui di dalam kotak terlarang, sehingga wasit asal Argentina Facundo Tello menunjuk titik putih.
Namun, keputusan tersebut sempat ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR). Pemeriksaan berlangsung cukup lama sebelum tim wasit akhirnya memastikan penalti tetap diberikan kepada Prancis.
Sayangnya bagi Les Bleus, eksekusi Mbappe berhasil digagalkan oleh kiper Maroko Yassine Bounou yang dikenal memiliki catatan apik dalam adu penalti.
Sesaat setelah gagal mencetak gol, Mbappe terlihat mengangkat kedua tangannya dan meluapkan kekesalannya ke arah wasit.
Lamanya jeda sebelum eksekusi penalti langsung menjadi perbincangan di media sosial. Haaland pun ikut memberikan komentarnya melalui akun Snapchat miliknya.
“Harus menunggu lima menit untuk mengambil penalti itu terlalu lama,” tulis Haaland.
Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, yang bertugas sebagai analis pertandingan, juga mengkritik situasi tersebut.
“Ini tidak adil. Penalti sudah menjadi situasi yang penuh tekanan. Mengapa pemain harus menunggu lebih dari tiga menit? Waktu justru menjadi musuh bagi penendang dan memberikan keuntungan kembali kepada tim yang melakukan pelanggaran. Menurut saya, itu tidak benar,” ujar Keane.
Di sisi lain, keputusan FIFA menunjuk lima perangkat pertandingan asal Argentina untuk laga Prancis melawan Maroko juga menuai perhatian.
Selain wasit utama Facundo Tello, seluruh ofisial di lapangan, termasuk wasit keempat dan asisten wasit cadangan, berasal dari Argentina. Meski menjadi sorotan publik, kondisi tersebut bukan hal yang sepenuhnya baru dalam turnamen.
Sepanjang Piala Dunia, FIFA memang kerap menugaskan perangkat pertandingan dari negara yang sama dalam satu laga. Sebagai contoh, pertandingan Inggris melawan Meksiko di babak 16 besar dipimpin tiga wasit asal Australia, sementara laga Argentina kontra Mesir dipimpin tiga wasit asal Prancis dengan tambahan dua ofisial VAR dari negara yang sama.
FIFA sendiri telah menetapkan penunjukan perangkat pertandingan untuk laga Prancis melawan Maroko beberapa hari sebelum pertandingan Argentina menghadapi Mesir.


