TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus mengubah peran smartwatch. Jika sebelumnya hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu dan pelengkap ponsel, kini jam pintar telah berkembang menjadi asisten pribadi yang mampu membantu pengguna memantau kesehatan, meningkatkan kebugaran, hingga mendukung produktivitas sehari-hari.
Integrasi AI memungkinkan smartwatch generasi terbaru menganalisis pola tidur, memantau detak jantung, mengukur tingkat stres, memberikan rekomendasi olahraga yang dipersonalisasi, hingga menyajikan berbagai informasi berdasarkan kebiasaan penggunanya.
Berbagai produsen teknologi pun berlomba menghadirkan inovasi melalui perangkat wearable dengan sensor kesehatan yang semakin canggih, navigasi pintar, serta fitur AI yang lebih adaptif. Berikut sejumlah smartwatch yang diprediksi menjadi pilihan terbaik pada 2026.
Samsung Galaxy Watch 8 menempati salah satu posisi terdepan berkat dukungan Galaxy AI. Smartwatch ini menawarkan pemantauan kesehatan yang komprehensif, mulai dari analisis tidur, detak jantung, tingkat stres, komposisi tubuh, kadar oksigen dalam darah, hingga panduan kebugaran yang disesuaikan dengan kondisi pengguna. Perangkat ini juga dibekali prosesor 3 nanometer, layar Super AMOLED, GPS bawaan, serta perlindungan sapphire crystal yang tahan air.
Bagi penggemar aktivitas luar ruangan, Garmin Fenix 8 Pro menjadi pilihan menarik. Smartwatch ini menghadirkan navigasi GPS canggih, peta terperinci, komunikasi satelit, fitur darurat, analisis latihan, pemantauan tidur, ECG, serta bodi berbahan titanium dan sapphire crystal. Fitur senter LED dan kemampuan menyelam turut melengkapi kemampuannya sebagai jam petualangan.
Huawei Watch Fit 5 Pro hadir dengan desain ringan namun tetap kaya fitur. Perangkat ini mendukung ECG, pemantauan kadar oksigen darah, analisis tidur, manajemen stres, GPS presisi tinggi, lebih dari 100 mode olahraga, peta offline, panggilan Bluetooth, penyimpanan musik, serta baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 10 hari.
Sementara itu, Amazfit T-Rex Ultra 2 dirancang untuk pengguna yang membutuhkan perangkat tangguh. Smartwatch ini menggunakan bezel titanium Grade 5, pelindung sapphire glass, sertifikasi ketahanan standar militer, GPS dual-band, peta offline berwarna, navigasi jalur, serta daya tahan baterai hingga 30 hari dalam penggunaan normal.

Di ekosistem Apple, Apple Watch Series 11 membawa peningkatan pada fitur kesehatan melalui pemantauan detak jantung, ECG, kadar oksigen darah, sensor suhu pergelangan tangan, pelacakan tidur, GPS, hingga fitur keselamatan darurat. Dipadukan dengan prosesor terbaru Apple, perangkat ini menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih responsif dan terintegrasi dengan produk Apple lainnya.
Google juga menghadirkan Pixel Watch 4 yang menjalankan Wear OS 6 dengan dukungan Gemini AI. Smartwatch ini menawarkan asisten suara yang lebih cerdas, integrasi layanan Google, GPS dual-frequency, fitur Satellite SOS di wilayah tertentu, serta fitur kesehatan berbasis Fitbit seperti pemantauan detak jantung, ECG, analisis tidur, dan pengelolaan stres.
Garmin Venu 4 menjadi alternatif bagi pengguna yang mengutamakan keseimbangan antara kesehatan dan kebugaran. Fitur yang ditawarkan meliputi Body Battery, Pulse Ox, pemantauan suhu kulit, ECG, GPS multi-band, Garmin Coach, penyimpanan musik, Garmin Pay, hingga speaker dan mikrofon bawaan untuk menerima panggilan saat terhubung dengan ponsel.
Bagi pencinta desain klasik, Withings ScanWatch 2 mengusung konsep hybrid smartwatch yang memadukan tampilan jam analog premium dengan layar OLED tersembunyi. Perangkat ini mampu memantau detak jantung, suhu tubuh, kadar oksigen darah, kualitas tidur, ECG, hingga sistem pernapasan, dengan daya tahan baterai mencapai 30 hari.
Pilihan lainnya adalah AI+ Nova Watch yang menawarkan fitur kesehatan dasar seperti pemantauan detak jantung, kualitas tidur, mode olahraga, panggilan Bluetooth, notifikasi pintar, serta tampilan jam yang dapat dipersonalisasi. Perangkat ini juga menjadi bagian dari ekosistem AI yang terus memperoleh pembaruan perangkat lunak.
Sementara itu, COROS Pace 4 ditujukan bagi pelari, pesepeda, dan atlet. Smartwatch ini dibekali GPS dual-frequency, analisis Heart Rate Variability (HRV), pemantauan beban latihan, pemulihan tubuh, pencatatan suara untuk latihan, kontrol media, serta baterai yang mampu bertahan hingga 19 hari atau 41 jam saat GPS aktif.
Seiring pesatnya perkembangan AI, smartwatch kini berkembang menjadi perangkat wearable yang tidak hanya mendukung komunikasi, tetapi juga membantu pengguna menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan aktivitas olahraga maupun petualangan. Tren tersebut diperkirakan akan terus berlanjut dengan hadirnya inovasi AI yang semakin cerdas pada perangkat generasi berikutnya.


