TERMINALNEWS.ID, PORTO – Erling Haaland menunjukkan sisi kompetitifnya saat Manchester City meraih kemenangan atas Porto dalam laga pembuka Liga Champions.
Meski mencetak dua gol, striker asal Norwegia itu ternyata masih menyimpan sedikit kekesalan terhadap rekan setimnya, Ayyoub Bouaddi.
Bouaddi, gelandang berusia 18 tahun yang didatangkan Manchester City dari Lille pada musim panas, mendapat kesempatan tampil sebagai starter untuk pertama kalinya.
Ia dipercaya mengisi lini tengah dalam pertandingan yang berlangsung di Estádio do Dragão.
Penampilan Bouaddi mendapat banyak pujian. Namun, ada satu momen pada babak kedua yang membuat Haaland sedikit “geram”.
Dalam wawancara dengan Prime Video seusai pertandingan, Haaland mengungkapkan bahwa Bouaddi seharusnya memberikan umpan kepadanya ketika dirinya berada dalam posisi bebas.

“Dia bermain sangat bagus. Dalam latihan dia luar biasa. Saya bahkan sudah mengatakan kepada chairman Khaldoon Al Mubarak bahwa kami memiliki permata di sini,” ujar Haaland.
Namun, Haaland kemudian menyoroti satu kesalahan kecil Bouaddi.
“Saya pikir dia seharusnya memberikan umpan kepada saya di babak kedua. Saya benar-benar sendirian. Saya sedikit marah, jadi saya akan mengatakannya sekarang. Tapi dia bermain bagus, kecuali umpan itu,” kata Haaland.
Komentar tersebut lebih bernada candaan daripada kritik serius. Haaland memang dikenal sebagai pemain yang tidak segan menuntut standar tinggi dari rekan-rekannya.
Bouaddi tampil impresif
Di luar satu kesalahan tersebut, statistik menunjukkan Bouaddi tampil mengesankan dalam laga debutnya sebagai starter.
Pemain berusia 18 tahun itu mencatat 71 sentuhan bola dan menyelesaikan 98 persen umpannya. Ia juga memenangkan lima duel di lini tengah.
Manajer Manchester City Enzo Maresca pun memberikan pujian tinggi kepada sang pemain muda.
“Oh Tuhan! Dia tidak pernah panik. Dia sangat bagus. Penampilannya luar biasa!” ujar Maresca.
Bouaddi menjadi salah satu bagian dari proyek besar Manchester City untuk membangun kembali lini tengah setelah kepergian Rodri ke Barcelona.
Harga Bouaddi mencapai Rp2,05 triliun
Manchester City harus mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain pada musim panas ini. Bouaddi disebut menjadi salah satu investasi utama dengan biaya transfer mencapai £86 juta, atau sekitar Rp2,05 triliun jika dikonversikan dengan kurs sekitar Rp23.875 per £1.
Selain Bouaddi, Manchester City juga mengeluarkan £125 juta (sekitar Rp2,98 triliun) untuk Enzo Fernández dan £116 juta (sekitar Rp2,77 triliun) untuk Elliot Anderson.
Jika ketiga transfer tersebut digabungkan, nilai belanja Manchester City untuk tiga pemain tengah itu mencapai sekitar £327 juta atau Rp7,81 triliun.
Maresca menyadari besarnya investasi klubnya. Namun, ia menegaskan Manchester City juga mendapatkan pemasukan besar dari penjualan pemain.
“Kami bukan satu-satunya! Saya tidak mengatakan itu tidak benar. Memang benar, tetapi kami juga menjual pemain dengan harga besar,” kata Maresca sambil tertawa.
Ia kemudian menyinggung angka £150 juta atau sekitar Rp3,58 triliun sebagai nilai belanja bersih klub.
Dengan Bouaddi, Fernández, dan Anderson, Manchester City berharap memiliki fondasi baru di lini tengah. Jika penampilan debut Bouaddi menjadi indikator, pemain muda tersebut berpotensi menjadi salah satu bagian penting dari era baru The Citizens.

