1. Rematch vs Floyd Mayweather
Pertarungan ulang antara Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather Jr. akan menjadi headline spektakuler, khususnya jika disiarkan melalui platform seperti Netflix.
Duel pertama mereka pada 2 Mei 2015 menjadi laga tinju terlaris sepanjang masa, menghasilkan $72 juta dari penjualan tiket dan $400 juta dari penjualan pay-per-view (PPV) sebanyak 4,4 juta tayangan di Amerika Serikat.

Mayweather pensiun dengan rekor sempurna 50-0 (27 KO), dan belum pernah kembali bertarung secara profesional.
Namun, jika Pacquiao kembali membawa sabuk juara dunia, godaan duel ulang bisa jadi terlalu besar untuk ditolak—terutama jika mempertaruhkan status Pacquiao sebagai juara tertua di divisi welter.
Selain itu, laga ini juga bisa menjadi panggung bagi Curmel Moton, petinju muda 19 tahun yang merupakan anak didik Mayweather. Belum terikat kontrak TV besar, Moton bisa naik daun lewat promosi besar ini.
Bahkan spekulasi duel antara Moton dan Emmanuel Pacquiao Jr., putra Manny, mulai mencuat sebagai daya tarik tambahan.
2. Super-Fight vs Gervonta Davis
Jika rematch dengan Mayweather terlalu sulit diwujudkan, maka opsi paling logis dan menarik adalah laga super-fight melawan Gervonta ‘Tank’ Davis.
Jika Pacquiao sukses merebut sabuk dari Barrios, maka pertarungan melawan Davis bisa menjadi magnet PPV besar berikutnya.

Davis, yang dikenal sebagai salah satu petinju paling mematikan karena kemampuan KO-nya, baru saja kehilangan aura tak terkalahkannya usai ditahan imbang oleh Lamont Roach. Keduanya dijadwalkan bertarung ulang pada Agustus mendatang.
Jika Davis menang, maka duel melawan Pacquiao akan menjadi momen besar dalam kariernya.
Kemenangan KO atas legenda sekelas Pacquiao akan sangat memperkuat popularitas Davis dan menempatkannya di jajaran bintang utama tinju dunia.
Jika Manny Pacquiao berhasil menciptakan keajaiban dengan mengalahkan Mario Barrios, masa depannya di ring tinju kembali cerah.
Dua laga besar—baik menghadapi Floyd Mayweather maupun Gervonta Davis—menanti sang legenda.
Apakah Pacquiao mampu menulis babak baru dalam kariernya yang penuh sejarah?


