Inisiator kegiatan, Dar Edi Yoga, menegaskan bahwa doa lintas spiritualitas ini merupakan bentuk panggilan batin, bukan agenda simbolik belaka.
“Kami tidak datang untuk meminta, tetapi untuk bersujud dalam syukur dan kesadaran. Bumi ini bukan untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga. Ini adalah seruan tobat ekologis,” ungkap Dar Edi Yoga.

Doa Lintas Iman di Gunung Padang: Dari Hening Teras 5, Seruan Tobat Ekologis Menggema
Menurutnya, kerusakan lingkungan yang kian nyata tidak bisa semata dilihat sebagai persoalan teknis. Ada dimensi relasi manusia dengan alam yang mulai terputus.
“Jika manusia lupa cara menghormati bumi, maka alam akan mengingatkan dengan caranya sendiri,” lanjutnya.
Suasana hening terasa kental ketika para bhiksu, insan pers, serta berbagai komunitas lintas agama dan lingkungan hidup melantunkan doa bersama. Hadir pula sejumlah tokoh, seperti Arman Suparman, Raldy Doy, hingga Asun Gotama.
Dalam pandangan Asun Gotama, menjaga alam tak bisa dilepaskan dari kesadaran batin. Ia menekankan bahwa dalam ajaran Buddha, harmoni dengan alam merupakan bagian dari praktik kebijaksanaan.

Doa Lintas Iman di Gunung Padang: Dari Hening Teras 5, Seruan Tobat Ekologis Menggema
“Ketika manusia hidup dengan kesadaran, welas asih, dan tidak serakah, maka alam pun akan terjaga,” katanya.
Senada, Kent Dixon menilai kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab universal lintas iman. Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Bumi sebagai momentum memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga harmoni antara manusia, Sang Pencipta, dan alam.
Gunung Padang dipilih bukan tanpa alasan. Situs purbakala ini dianggap sebagai “ruang sunyi peradaban”, tempat manusia diajak kembali menelusuri akar kesadaran—tentang dari mana berasal dan ke mana akan kembali.
Kegiatan ini menjadi yang pertama digelar di lokasi tersebut, dengan dukungan WALUBI, Artha Graha Peduli, serta partisipasi PT QMB New Energy Materials.

Doa Lintas Iman di Gunung Padang: Dari Hening Teras 5, Seruan Tobat Ekologis Menggema
Sementara itu, CEO PT QMB New Energy Materials, Pan Hua, menyatakan keikutsertaan pihaknya merupakan bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam mendukung transisi energi hijau melalui industri baterai kendaraan listrik.
“Melalui doa bersama dan aksi nyata ini, kami menegaskan dedikasi untuk tidak hanya menggerakkan industri, tetapi juga merawat bumi sebagai warisan bersama,” ujarnya.
Lebih dari sekadar rangkaian doa, pertemuan ini menyampaikan pesan kuat: menjaga bumi tak cukup hanya dengan kebijakan dan teknologi. Ada kesadaran yang harus dibangun dari dalam diri manusia—sebuah laku spiritual yang mengikat hubungan antara manusia dan alam.
Dari keheningan Gunung Padang, seruan itu kini menggema lebih luas: bumi bukan untuk dikuasai, melainkan untuk dirawat bersama.


