BerandaSportDispora DKI Pertahankan...

Dispora DKI Pertahankan Pemain PPOP Yang Tak Teruji, Abaikan Pesan Pramono?

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID  “Sepakbola DKI Jakarta tidak boleh tertinggal dari daerah lain. Dan, saya ingin pemain berkualitas dari Liga Jakarta bisa disiapkan untuk memperkuat Tim Sepakbola DKI Jakarta pada Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT 2028”. Kalimat yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di pembukaan Liga Jakarta U 17 Piala Gubernur 2025, April lalu, nyata-nyata diabaikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansah.

Sang pejabat menilai para calon pemain yang berasal dari Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) dan dinila “mewah” sejatinya tak menggambarkan miliaran anggaran yang telah dikeluarkan. Karena mereka terjaring dari turnamen yang jelas tidak teruji.

“PPOP itu terkesan dihuni pemain “mewah” pilihan dari turnamen yang tak mungkin digeser. Makanya, mereka menghindar saat diundang mengikuti Liga Jakarta U 17. Yang lebih parah lagi, Dispora DKI Jakarta tidak berusaha mendorongnya dan malah mempertahankan pemain “mewah” tersebut agar tetap dipersiapkan ke PON,” kata Sekretaris Liga Jakarta U 17, Taufik Jursal Effendi di Jakarta, kemarin.

“Pengalaman tidak mampu meloloskan Tim Sepakbola DKI Jakarta tampil di PON Sumut-Aceh 2024, bukan menjadi pelajaran. Harusnya, Andri Yansah yang bertanggung jawab atas prestasi olahraga di DKI Jakarta menyadari hal tersebut bukan malah mempertahankan pemain ‘mewah’ di PPOP. Kok bisa ya pemain yang dilirik pemain yang bermain di Liga Jakarta U 17. Pemain berkualitas seperti Iswadi Idris, Ronny Pattinasarany, Bambang Pamungkas, dan Kurniawan Dwi Julianto saja lahir dari Kompetisi. Itu fakta yang harus disadari jika ingin membangun prestasi sepakbola bukan hanya di DKI Jakarta tetapi prestasi sepakbola Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga :   DKI Jakarta Bidik Juara Umum POPNAS 2025, Gubernur Dorong Atlet Tampil Optimal di Porprov dan POPPROV

Perjuangan memutar Liga Jakarta U 17 yang lahir dari pemikiran sekumpulan wartawan olahraga dan pecinta sepakbola tidak gampang. Dengan kata lain, panitia hanya modal nekad dan tidak memikirkan keuntungan dan terus komitmen menjalankan kompetisi yang bakal berlangsung 8 bulan ini. Untungnya, pemilik Pancoran Soccer Field (PSF) Gede Widiade memberikan dukungan penuh karena memahami arti pentingnya sebuah kompetisi usia muda dalam membangun prestasi sepakbola Indonesia.

“Kami yakin Liga Jakarta U 17 ini akan melehirkan pemain berkualitas yang bukan hanya mampu memperkuat Tim PON DKI Jakarta tetapi juga bisa menembus Timnas Indonesia. Kalau semua daerah menggelar Liga usia dini seperti Liga Jakarta pasti pemain lokal bisa mendominasi skuad Timnas Indonesia dan PSSI tidak perlu lagi mengandalkan pemain naturalisasi seperti saat ini,” kata Ketua Panitia Pelaksana Liga Jakarta U 17, Azhari Nasution.

Baca Juga :   Phil Handy Gelar Coaching Clinic di Jakarta: Kesempatan Emas bagi Pemain Muda dan Pelatih

Boleh dibilang Liga Jakarta U 17 merupakan satu-satunya kompetisi usia dini yang digelar di Tanah Air. Wajar, jika panitia perlu waktu untuk mensosialisasi penegakan aturan FIFA bagi 18 klub yang menjadi peserta. Begitu juga dengan menyusun data base pemain.
“Alhamdulillah, peserta sudah mulai menyadari pentingnya mengikuti aturan FIFA. Tidak hanya itu saja, mereka juga sudah mengisi data base pemain lengkap hingga pekan ke-11 Liga Jakarta. Ini suatu kemajuan dan menunjukkan bahwa mereka bukan hanya merindukan kompetisi tetapi juga menyadari pentingnya mengikuti aturan FIFA,” kata Rio Ari Wibowo.

“Ya, mereka juga sudah menghormati keputusan dan tidak lagi banyak melakukan protes seperti awal bergulirnya Liga Jakarta U 17. Dan, saya selalu menekankan wasit yang bertugas menunjunjung tinggi fair play karena ini merupakan ajang pembinaan pemain usia muda,” timpal Rudiyansah, Ketua Bidang Kompetisi Liga Jakarta U 17.

Baca Juga :   Cara Bikin Kartu Layanan Gratis Kilat di Jakarta Urban Mobility Festival

Yosef Erwiyantoro, penasehat Liga Jakarta U 17 mengatakan, Liga Jakarta U 17 ini sudah menghasilkan 50 pemain terbaik yang dipilih mantan pemain Timnas Indonesia, Tias Tono Taufik dan Maman Suryaman. Mbah Coco, panggilan karibnya, membuka kesempatan bagi Tim Sepakbola PPOP DKI Jakarta untuk menjalani laga uji coba dengan 50 pemain yang akan dibagi dalam dua All Star Liga Jakarta U 17.
“Di masa jeda Liga Jakarta U 17, kami akan membentuk dua Tim All Star Liga Jakarta U 17. Silahkan saja kalau Tim Sepakbola PPOP DKI Jakarta mau menjalani laga uji coba dengan kedua Tim All Star Liga Jakarta U 17. Paling tidak laga uji coba ini bisa jadi bahan evaluasi pelatih PPOP DKI Jakarta agar bisa membentuk Tim Sepakbola PON DKI Jakarta yang lebih baik,” jelasnya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Jelang Grand Final Result, Felicia Unggul Sementara Atas Vedra di The Icon Indonesia

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Persaingan memperebutkan gelar juara The Icon Indonesia semakin sengit...

Toyo Haryono Naik ke Papan Tengah Liga Soeratin U-15 Jakarta, Evaluasi Berbuah Kemenangan Beruntun

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Kesebelasan Toyo Haryono FC melanjutkan tren positifnya di Liga...

Bina Mutiara Gusur PSF dari Puncak Klasemen Liga Soeratin U-15 Jakarta

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Bina Mutiara sukses merebut puncak klasemen sementara Grup Barat...

SCTV Tayangkan Serentak Dua Sinetron Seindah Masa Remaja dan Biarkan Hati Bicara Pada 29 Juli

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Stasiun televisi SCTV terus memperkuat deretan program drama lewat...

- A word from our sponsors -