JAKARTA,TERMINALNEWS.ID-| Di usia yang baru menginjak 16 tahun, Zuhair Mukarim sudah memahami satu hal penting: sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan tentang disiplin, pengorbanan, dan mimpi yang diperjuangkan setiap hari.
Lahir di Jakarta pada 7 April 2009, Zuhair tumbuh bersama bola. Dari latihan sederhana hingga kompetisi bergengsi, langkahnya tak pernah jauh dari lapangan hijau. Kerja keras itu kini berbuah manis saat ia dipercaya menjadi kapten Akademi Mavericks sekaligus membawa Poprov Jakarta Barat meraih posisi ketiga di ajang U-17 2025.
Lebih dari 100 pertandingan telah ia jalani bersama Mavericks sebuah angka yang tak hanya mencerminkan jam terbang, tetapi juga konsistensi. Askot, Soeratin, TopSkor, hingga Singa Cup di level internasional menjadi saksi bagaimana seorang bek muda perlahan membangun reputasi.

Sebagai left center back berkaki kiri, Zuhair dikenal tenang membaca permainan. Ia adalah orang terakhir sebelum gawang, sosok yang siap pasang badan demi tim. Duel udara kerap dimenangkannya, bahkan beberapa gol penting tercipta dari sundulan kepalanya. Namun yang membuatnya berbeda bukan sekadar kemampuan bertahan umpan-umpan akuratnya sering membuka ruang dan menghadirkan assist bagi lini depan.
Ban kapten di lengannya bukan simbol semata. Di Mavericks, Zuhair belajar memimpin dengan contoh: datang paling awal saat latihan, pulang terakhir, dan selalu memberi semangat saat rekan setim mulai kelelahan. Prestasi individu seperti Player of The Match hanyalah bonus. Baginya, kemenangan tim jauh lebih berarti.
Perjalanan Zuhair tentu belum selesai. Masih banyak lapangan yang harus ditaklukkan, masih banyak mimpi yang menunggu diwujudkan. Namun satu hal pasti: dari Jakarta Barat, lahir seorang bek muda dengan mental baja dan harapan besar bukti bahwa dengan kerja keras dan keyakinan, mimpi setinggi apa pun bisa dikejar.
Zuhair Mukarim adalah pengingat bagi generasi muda: jangan pernah takut bermimpi, dan jangan pernah lelah.


