JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — CEO Byon Combat, Yoshua Marcellos, memastikan duel antara Jekson Karmela alias Kkajhe melawan Aziz Calim akan tetap digelar dalam ajang Byon Combat Showbiz Vol.5 yang dijadwalkan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Namun demikian, Marcellos yang akrab disapa Cellos menegaskan bahwa ajang ini akan menghadirkan terobosan baru berupa migrasi regulasi pertandingan dari kick-boxing ke kick-striking, sebuah sistem aturan tanding yang dikembangkan secara lokal di Indonesia.
“Dengan ini saya sampaikan secara resmi, atas nama CEO Byon Combat, bahwa pertarungan antara Aziz Calim vs Kkajhe akan tetap berlangsung lancar tanpa hambatan pada 28 Juni mendatang,” kata Cellos dalam konferensi pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2025).
Menurutnya, perubahan regulasi ini adalah bentuk inovasi yang mengusung konsep homegrown rules, yaitu aturan pertandingan yang dikembangkan dari budaya dan kebutuhan lokal Indonesia.
Kick-striking dirancang untuk menghadirkan pertarungan dengan tempo tinggi namun tetap menjaga keselamatan para petarung.
“Kita akan mengimigrasikan regulasi dari kick-boxing ke kick-striking. Ini adalah aturan yang dikembangkan di tanah air, regulasi homegrown dari bumi pertiwi,” ujar Cellos.
Dalam penjelasannya, Cellos memaparkan bahwa kick-striking merupakan format yang menyerupai kick-boxing namun dengan sejumlah modifikasi.
Di antaranya adalah larangan melakukan clinch (kunci badan jarak dekat) serta pembatasan penggunaan siku (elbow). Selain itu, teknik sapuan kaki (sweeping) juga tidak diperbolehkan.
“Kick-striking ini seperti kick-boxing dengan tambahan teknik elbow, tetapi tetap terbatas. Tidak ada sapuan, dan tidak ada clinch, sehingga pertandingan akan berlangsung terus dalam posisi berdiri dan tempo tinggi,” jelasnya.
Dengan tempo yang terus berjalan dan minim interupsi, pertarungan diharapkan memiliki ritme yang hidup dari awal hingga akhir ronde.
“Simple-nya, ini seperti muay thai tapi tanpa clinch dan dengan elbow terbatas. Dengan sistem ini, risiko cedera berat lebih kecil, sehingga waktu pemulihan atau recovery atlet juga lebih cepat,” tambahnya.
Menurut Cellos, pendekatan ini akan sangat menguntungkan bagi liga atau kompetisi jangka panjang karena atlet dapat bertanding lebih sering tanpa harus menghadapi pemulihan panjang akibat cedera serius.
Lebih lanjut, Cellos menjelaskan bahwa perubahan regulasi ini merupakan bagian dari langkah strategis setelah dibentuknya Uni-Combat Council (UCC), sebuah organisasi olahraga pertarungan yang didirikan oleh Byon Combat bersama Emtek dan One Pride MMA dengan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
UCC dibentuk sebagai organisasi independen, profesional, dan mandiri untuk mendukung pertumbuhan olahraga tarung di Indonesia.
Salah satu hasil konkret dari pembentukan UCC adalah pengembangan sistem regulasi kick-striking.
“Saat UCC pertama kali dibentuk, kami memang ingin menciptakan organisasi yang independen, mandiri, dan profesional. Dan ini menjadi salah satu fondasi lahirnya aturan kick-striking,” tutur Cellos.
Sebagai bagian dari keseriusan dalam membangun industri combat sports nasional, UCC menggaet sejumlah tokoh profesional dan atlet berpengalaman.
Jabatan Ketua Umum UCC dipegang oleh Nelson Nainggolan, sosok yang sudah lebih dari dua dekade membina para petinju nasional.
Sementara itu, atlet MMA ternama Suwardi dipercaya sebagai Ketua Harian UCC, memperkuat struktur organisasi dengan pengalaman langsung di lapangan.
Dengan komitmen tersebut, UCC diharapkan mampu menjadi pelopor pengembangan regulasi dan penyelenggaraan pertandingan yang berkualitas serta aman bagi atlet.
Duel antara Kkajhe dan Aziz Calim tetap menjadi sajian utama yang paling ditunggu dalam Byon Combat Showbiz Vol.5.
Meski terjadi perubahan regulasi, kedua petarung dipastikan siap bertanding dalam format baru dengan adaptasi strategi masing-masing.
Dengan sistem kick-striking yang dirancang untuk memberi tontonan menarik sekaligus menjaga kesehatan atlet, pertandingan ini menjadi salah satu inovasi penting dalam peta olahraga tarung nasional.
Gelaran Byon Combat Showbiz Vol.5 diharapkan menjadi momentum transisi penting dalam penataan ekosistem olahraga bela diri di Indonesia, sekaligus menempatkan nama Indonesia sebagai pelopor regulasi tanding lokal yang adaptif dan berorientasi profesional.


