JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Atlet anggar putri asal Uzbekistan, Murzataeva Dilnaz, menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan Bali sekaligus menegaskan ambisinya meraih hasil terbaik di Kejuaraan Anggar Asia 2025 yang berlangsung di Bali International Convention Centre, The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, pada 17–23 Juni 2025.
Dilnaz yang merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2022 di Hangzhou, China, tiba di Bali sejak 14 Juni bersama tim nasional anggar Uzbekistan.
Ia mengaku menikmati suasana Pulau Dewata sekaligus menjadikannya sebagai tempat ideal untuk menyesuaikan diri sebelum turun berlaga di kejuaraan yang diikuti oleh 27 negara ini.
“Bali sungguh indah. Saya sudah sempat bermain ke pantai dan menikmati keindahan alamnya. Beautiful,” ujar Dilnaz, Senin (16/6/2025), usai menjalani sesi latihan bersama di arena pertandingan, didampingi pelatih kepala Uzbekistan, Jose Benavides.
Selain menikmati suasana Bali, Dilnaz juga menaruh harapan besar pada penampilannya di ajang ini.
Baginya, Kejuaraan Anggar Asia 2025 menjadi batu loncatan penting dalam kariernya, terutama untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
“Ini merupakan kejuaraan penting untuk menambah poin menuju Olimpiade. Saya harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Tahun lalu saya belum bisa tampil di Paris karena masih junior, jadi sekarang saya ingin menebusnya dan membuktikan diri,” tutur Dilnaz.
Dilnaz juga mengakui bahwa persaingan di Kejuaraan Asia tahun ini sangat ketat. Atlet-atlet tangguh dari negara-negara unggulan seperti Korea Selatan dan Hong Kong diprediksi menjadi pesaing utama dalam perebutan medali.
“Tentu saya membutuhkan perjuangan keras untuk bisa meraih hasil maksimal. Pemain-pemain dari Korea sangat kuat, belum lagi dari Hong Kong. Tapi saya sudah mempersiapkan diri dengan baik dan siap bertarung,” tegasnya.
Bagi Dilnaz, keikutsertaan di Kejuaraan Asia ini bukan sekadar mencari pengalaman, melainkan juga sebagai bagian dari proses transisinya menuju level senior.
Setelah sukses di tingkat junior dan regional, kini ia membidik panggung yang lebih tinggi.
“Kejuaraan ini menjadi awal dari babak baru dalam karier saya di level senior. Saya berharap bisa menunjukkan performa terbaik dan membawa nama Uzbekistan bersaing di level dunia,” kata atlet muda yang tampil percaya diri itu.
Pelatih Uzbekistan, Jose Benavides, menegaskan bahwa Uzbekistan sangat serius menatap Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali.
Uzbekistan mengirimkan kontingen besar yang terdiri dari 40 orang, termasuk 25 atlet dan 15 ofisial serta perwakilan dari federasi anggar Uzbekistan.
“Kami memandang penting kejuaraan ini. Bukan hanya soal medali, tetapi bagaimana semua atlet kami bisa mendapatkan pengalaman dan poin penting untuk kualifikasi Olimpiade,” ujar Benavides.
Ia menambahkan, Uzbekistan belum mematok target spesifik terkait jumlah medali, namun berharap seluruh atlet tampil maksimal dan mencatat hasil positif dalam rangka jangka panjang pengembangan anggar nasional.
“Kami tidak ingin membebani para atlet dengan target yang terlalu tinggi. Yang penting mereka fokus bertanding dan menunjukkan perkembangan. Hasil akan mengikuti,” ujarnya.
Benavides juga mengungkapkan kesan positif terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Anggar Asia di Bali.
Ia memuji keramahan masyarakat Indonesia dan kualitas venue pertandingan yang disiapkan panitia lokal.
“Sangat menyenangkan bermain di Bali. Indonesia negara yang sangat indah dan masyarakatnya ramah. Kami merasa sangat diterima di sini,” ungkapnya.
Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali menjadi salah satu ajang paling bergengsi dalam kalender olahraga Asia tahun ini, dan menjadi tempat berkumpulnya para atlet elite dari berbagai negara.
Selain sebagai kompetisi perebutan medali, ajang ini juga menjadi tempat pengumpulan poin untuk jalur kualifikasi Olimpiade 2028.
Keikutsertaan Uzbekistan yang membawa kekuatan penuh juga menunjukkan keseriusan negara Asia Tengah tersebut dalam membangun fondasi olahraga anggar mereka secara jangka panjang.
Bagi para atlet muda seperti Dilnaz Murzataeva, kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian sekaligus awal dari perjalanan menuju panggung dunia.


