BerandaNewsNasionalBuku Menulis Feature Memikat...

Buku Menulis Feature Memikat Diluncurkan, Emanuel Dapa Loka: Jurnalisme Harus Bermuara pada Martabat Manusia

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Penulis dan jurnalis Emanuel Dapa Loka meluncurkan buku terbarunya berjudul Menulis Feature Memikat – Merekam Denyut Nadi Manusia. Buku yang diterbitkan Penerbit Altheras dengan dukungan CSR BCA itu diperkenalkan dalam acara “Peluncuran Program Rumah Besar Sumba” di Lantai 10 Gedung Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari gagasan Emanuel untuk menjadikan Rumah Besar Sumba sebagai ruang intelektual yang dapat melahirkan gagasan dan kreativitas.

“Sebagai salah satu bentuk konkret ajakan untuk menjadikan Rumah Besar Sumba sebagai Rumah Intelektual yang melahirkan gagasan dan kreativitas, hari ini saya membawa karya kecil terbaru saya berupa buku berjudul Menulis Feature Memikat – Merekam Denyut Nadi Manusia,” kata alumnus Universitas Mercu Buana Jakarta itu.

Menurut Emanuel, feature tidak semata-mata merupakan keterampilan teknis dalam jurnalistik. Lebih dari itu, feature merupakan cara untuk memandang manusia dan kehidupan secara lebih utuh.

Baca Juga :   Rossa Berbagi Cerita Tentang Perjalanan Hidupnya Yang Penuh Tantangan dan Keberhasilan

“Feature harus berangkat dari manusia dan bermuara pada manusia,” ujarnya.

96664a4b a614 4679 9e6b 46d1763a932b
Buku Menulis Feature Memikat Diluncurkan, Emanuel Dapa Loka: Jurnalisme Harus Bermuara pada Martabat Manusia

Dari Kekaguman dan Kegelisahan

Emanuel mengungkapkan, buku tersebut lahir dari dua hal yang sederhana tetapi berpengaruh besar dalam perjalanan seorang penulis, yakni kekaguman dan kegelisahan.

Ia mengaku terinspirasi oleh tulisan-tulisan feature yang mampu mengalir dengan jernih, memikat pembaca tanpa terkesan menggurui, sekaligus menyentuh kesadaran melalui fakta-fakta yang kuat.

Namun, kekaguman itu kemudian memunculkan kegelisahan. Menurut dia, tulisan feature yang kuat tidak lahir secara instan. Dibutuhkan kepekaan, ketekunan, serta kemauan untuk menyelami kehidupan lebih dalam, bukan hanya melihat permukaan sebuah peristiwa.

“Saya gelisah karena tulisan semacam itu tidak lahir begitu saja. Ia membutuhkan kepekaan, ketekunan, dan kesediaan untuk menyelami kehidupan lebih dalam daripada sekadar permukaan peristiwa,” kata alumnus SMA Katolik Anda Luri, Waingapu, Sumba Timur, NTT, tersebut.

Baca Juga :   Brigjen Pol Putu Putera Sadana: Kesiapsiagaan Polri Kunci Hadapi Bencana di Wilayah Metropolitan

Emanuel menjelaskan, feature berbeda dengan cerpen yang bertumpu pada imajinasi. Feature tetap berpijak pada kenyataan. Tantangannya adalah bagaimana fakta tersebut disajikan sehingga terasa hidup dan mampu menggugah pembaca.

Karena itu, feature kerap disebut sebagai jurnalisme yang bercerita. Selain menyampaikan informasi, feature membawa pembaca lebih dekat dengan pengalaman manusia yang nyata.

689f6642 2a1e 474a 875b 47641eae4021
Buku Menulis Feature Memikat Diluncurkan, Emanuel Dapa Loka: Jurnalisme Harus Bermuara pada Martabat Manusia

Jeda di Tengah Banjir Informasi

Di tengah arus informasi yang semakin cepat, masyarakat terbiasa menerima berita dalam hitungan detik. Namun, kecepatan memperoleh informasi tidak selalu diikuti kesempatan untuk memahami sebuah peristiwa secara mendalam.

Emanuel melihat kondisi tersebut justru menjadi ruang penting bagi feature.

Feature, kata dia, menghadirkan jeda. Pembaca diajak memperlambat langkah, melihat sebuah proses, merasakan denyut kehidupan, dan menemukan makna di balik suatu peristiwa.

Baca Juga :   Gubernur Pramono Dukung Hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi Tahun 2025, Perkuat Kelembagaan Adat

Ia juga menekankan bahwa kemampuan menulis feature tidak dapat dibangun secara instan. Para penulis seperti Gunawan Mohammad, Rosihan Anwar, dan Sindhunata, menurut Emanuel, mencapai kematangan melalui proses panjang dengan terus membaca, mengamati, mendengar, merasakan, dan menulis.

“Karena itu, buku ini lebih memilih menjadi teman latihan daripada sekadar buku ajar,” katanya.

Melalui Menulis Feature Memikat, pembaca diajak memahami proses merancang, membangun, hingga menghidupkan sebuah tulisan feature.

Tujuannya bukan hanya menghasilkan tulisan yang enak dibaca, tetapi juga menghadirkan karya jurnalistik yang mampu menggerakkan pembaca, membangun empati, menumbuhkan kesadaran, dan mendorong tindakan.

“Semoga buku ini menjadi langkah kecil yang berguna bagi siapa pun yang ingin belajar menulis dengan hati, dengan kedalaman, dan dengan keberpihakan pada yang kecil, lemah, dan tak berdaya. Di sinilah, jurnalisme harus berpihak,” ujar Emanuel.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Lima Destinasi Wisata Inklusif di Indonesia, Liburan Nyaman untuk Semua

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Liburan seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi semua...

MALUKU UTARA: Ketika Aroma Cengkeh Berganti Asap Smelter

OLEH: Ir. Nabil M. Salim JANGAN CARI Maluku Utara di pinggiran peta....

BKN Targetkan 600 Ribu ASN Terpetakan Lewat Program Profiling Gratis

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Badan Kepegawaian Negara (BKN) menargetkan sebanyak 600 ribu...

Lionel Messi Tinggal Dua Gol Tendangan Bebas lagi Untuk Samai Rekor Sepanjang Masa

TERMINALNEWS.ID, MIAMI — Lionel Messi tinggal membutuhkan dua gol tendangan bebas...

- A word from our sponsors -