TERMINALNEWS.ID, LOS ANGELES – Perseteruan hukum antara Brad Pitt dan Angelina Jolie terkait kepemilikan kilang anggur Château Miraval di Prancis kembali memanas. Brad Pitt mengajukan permohonan baru ke pengadilan agar Angelina Jolie menyerahkan dokumen keuangan dan catatan kepemilikan aset yang dinilai relevan dengan perkara tersebut.
Dalam dokumen hukum terbaru, tim kuasa hukum Pitt berpendapat bahwa Jolie telah berulang kali menggambarkan secara keliru alasan di balik penjualan sahamnya di Château Miraval pada 2021. Karena itu, mereka meminta pengadilan memerintahkan Jolie menyerahkan catatan keuangan sejak pasangan tersebut berpisah pada 2016 hingga transaksi penjualan saham dilakukan.
Pengacara Pitt meminta akses terhadap berbagai dokumen, termasuk informasi mengenai pendapatan Jolie dari honor film, kerja sama dengan merek, serta sumber penghasilan profesional lainnya. Menurut mereka, data tersebut diperlukan untuk menguji klaim Jolie bahwa penjualan saham dilakukan demi mencapai kemandirian finansial.
“Dokumen yang diminta berkaitan langsung dengan tuduhan yang diajukan Jolie dan seharusnya diperintahkan untuk diserahkan. Tanpa dokumen tersebut, juri akan memperoleh gambaran yang tidak lengkap mengenai perkara ini,” tulis tim hukum Pitt dalam berkas pengadilan.
Selama periode 2017 hingga 2021, Jolie diketahui membintangi sejumlah film besar Hollywood, di antaranya Maleficent, Eternals, dan Those Who Wish Me Dead.

Tim Hukum Jolie Menolak
Dalam transkrip sidang informal terkait proses pembuktian yang berlangsung pada 8 Juli, pengacara Jolie menilai permintaan Pitt terlalu berlebihan.
Menurut pihak Jolie, permintaan tersebut merupakan bentuk perilaku yang masih bersifat mengendalikan. Mereka juga menyinggung bahwa sebelumnya Pitt meminta Jolie menandatangani perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA), yang dianggap bersifat menekan dan menghambat kebebasannya.
Kuasa hukum Jolie juga menyatakan bahwa selama lima tahun kliennya mengurangi aktivitas karier demi membantu keluarganya pulih dari dugaan kekerasan fisik dan emosional yang disebut dilakukan Pitt terhadap keluarga mereka.

Hingga berita ini ditulis, perwakilan hukum kedua belah pihak belum memberikan komentar resmi kepada media.
Berawal dari Penjualan Saham Kilang Anggur
Brad Pitt dan Angelina Jolie, yang memiliki enam anak, berpisah pada 2016 setelah menjalani hubungan selama 12 tahun dan dua tahun pernikahan. Proses perceraian mereka akhirnya resmi diselesaikan pada Desember 2024.
Perselisihan mengenai Château Miraval bermula ketika Jolie menjual kepemilikan sahamnya kepada Tenute del Mondo, divisi anggur milik Stoli Group. Pada 2022, Pitt menggugat mantan istrinya dengan tuduhan bahwa penjualan tersebut dilakukan tanpa persetujuannya, padahal keduanya disebut memiliki kesepakatan bahwa tidak ada pihak yang boleh menjual saham tanpa persetujuan pihak lainnya.
Sebagai tanggapan, Jolie mengajukan gugatan balik dan menuduh Pitt menjalankan “perang balas dendam” terhadap dirinya.
Jolie juga membantah bahwa ia memerlukan persetujuan Pitt untuk menjual saham tersebut. Ia menolak menyerahkan sejumlah dokumen yang diminta dengan alasan dilindungi hak istimewa hubungan pengacara dan klien (attorney-client privilege).
Dugaan Kekerasan Kembali Muncul
Dalam proses hukum yang berlangsung, tim hukum Jolie kembali mengangkat dugaan kekerasan yang disebut terjadi saat penerbangan pribadi keluarga pada 2016. Mereka menyatakan Jolie menolak menandatangani NDA karena perjanjian itu dianggap dirancang untuk membungkam dirinya terkait dugaan kekerasan dan upaya menutup-nutupi peristiwa tersebut.
Sementara itu, Pitt tidak pernah didakwa dalam kasus tersebut setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak berwenang, dan Jolie juga tidak mengajukan tuntutan pidana.

Dalam pengajuan terbaru, tim hukum Pitt menegaskan bahwa perkara yang sedang diperiksa pengadilan seharusnya berfokus pada sengketa penjualan Château Miraval, bukan pada konflik rumah tangga yang menyebabkan perpisahan pasangan tersebut pada 2016.
Sebelumnya, pada Juni lalu, tim hukum Jolie juga menolak anggapan bahwa kliennya menjadikan kondisi keuangan sebagai inti perkara. Mereka menegaskan bahwa persoalan utama bukanlah apakah Jolie membutuhkan uang, melainkan keinginannya untuk memisahkan kehidupan dan urusan keuangannya dari mantan suaminya.

