OLEH: P. Bramandaru
Bulan November kita kenal sebagai bulan Pahlawan mengapa tentu, karena setiap tanggal 10 November Negara memperingati sebagai Hari Pahlawan.
Banyak cara masyarakat dalam menyikapi hari Pahlawan yang jatuh dibulan November.
Mulai dari menyelenggarakan event lari, jalan sehat dan datang ke Taman Makam Pahlawan dengan berziarah dengan maksud memperingati hari pahlawan juga mengenang jasa para pahlawan.
Gowes adalah salah satu giat untuk para pesepeda mendapatkan kesehatannya, tentu dengan giat dalam Gowes, pesepeda berharap mendapatkan kesehatan dan kebugaran terjaga mungkin lebih dari itu ikut menjaga lingkungan tetap sehat dan bebas polusi.
Kegiatan gowes yang dilakukan oleh Komunitas Sepeda Planet Gowes 45 plus (Plago 45+) ini memang tidak terlalu masif seperti para pesepeda umumnya.
Komunitas Sepeda Plago 45+ adalah sekumpulan para Alumni SMAN 45 dan orang dekat nya yang secara sadar ingin mendapatkan kesehatan dan kebugaran dalam olahraga bersepeda.
Pada tanggal 22 November 2025 lalu Plago 45+ sebagai komunitas sepeda ingin berbuat sesuatu apa sesuatu itu, ialah menyelengarakan satu event yang tujuannya adalah menciptakan solidaritas, juga ajang silaturahmi dengan cara melakukan Ziarah dan Tabur Bunga ke Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta karena bertepatan dengan bulan Pahlawan di bulan November.
Giat ini bertemakan Gowes Sehat Dan Gembira Mengenang Jasa Pahlawan giat ini baru pertama kali diadakan oleh komunitas sepeda dengan jumlah yang sangat fantastik sekitar 800 pesepeda ambil bagian dalam giat ini mengambil jarak sekitar 22 KM dari Kantor Walikota Jakarta Utara ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Mereka datang dari berbagai komunitas sepeda di jabodetabek.
Mengapa Gowes ke Taman Makam Pahlawan Kalibata
Makam Pahlawan Kalibata adalah Makam Pahlawan Nasional Utama Indonesia
Makam dengan upacara ke Militeran bila ada Pahlawan yang hendak dimakamkan di Makam Kalibata ini.
Tokoh besar bangsa ini juga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata seperti Agus Salim, Ali Sastroamidjojo, Sutan Syahrir, Adam Malik serta Pahlawan Revolusi yang gugur karena G30SPKI masih banyak lagi tokoh bangsa juga dimakamkan di Kalibata.
Oleh karenanya dengan kita Gowes ke Taman Makam Pahlawan Kalibata akan melekat memori kita akan semangat jiwa kepahlawanan tersebut.
Apakah semangat jiwa kepahlawanan sudah memudar dikalangan kita khususnya kalangan pejabat mungkin saja.
Dengan dimulai dari hal yang kecil para pesepeda ini mencoba memberikan contoh konkret bila kita sekarang ini ada dan hidup layak apakah bukan karena jasa para pahlawan.
Tentu saja banyak yang setuju karena jasa para pahlawanlah negara kita ada sampai saat ini dan kita sebagai masyarakat hidup layak meskipun belum sepenuhnya sejahtera.
Semoga dari hal hal kecil yang telah dilakukan oleh Komunitas Sepeda Yang baru berdiri satu tahun yaitu Plago 45+ ini dapat menggugah memori kita sebagai masyarakat akan arti perjuangan dan jasa para pahlawan yang telah mendahului kita.
Semoga kita selalu Menginvertarisasikan hal hal yang sudah kita lakukan, kelak dikemudian hari kita akan naik kelas dalam penyelenggaraan yang melibatkan orang banyak butuh kolaborasi apik antara penyelenggara, stakeholder negara yang peduli akan makna semangat jiwa kepahlawanan.
Selamat Hari Pahlawan “Jiwamu Pahlawan Tidak Akan Lekang Oleh Waktu”
*P. Bramandaru, Advokat, Anggota Komunitas Sepeda Plago45+, Penasehat Gowes Diem-diem (Godidem), Pemerhati Masalah Sosial, Hukum dan Kemasyarakatan.



