Manggarai Barat, Terminalnews.id – Pertumbuhan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional terus diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusianya. Melalui program InJourney Hospitality House (IHH) Batch VI, Sarinah bersama InJourney Hospitality dan InJourney Aviation Services (IAS) memberikan pelatihan intensif kepada 75 pelaku pariwisata di Desa Batu Cermin, Manggarai Barat.
Pelatihan yang berlangsung pada 22–24 Desember 2025 di PLUT Manggarai Barat ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang InJourney Group untuk memastikan bahwa pertumbuhan destinasi pariwisata juga menghadirkan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat lokal. Dengan durasi pelatihan setiap hari selama lima jam, peserta dibekali materi yang relevan dengan tantangan industri pariwisata masa kini.
Program ini dirancang sebagai pengembangan lanjutan dari batch sebelumnya dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif. Para trainer telah dibekali melalui Training of Trainers agar mampu menyampaikan materi terbaru secara efektif. Menariknya, sejumlah alumni batch sebelumnya kembali mengikuti pelatihan karena materi yang diberikan sepenuhnya baru dan menjawab kebutuhan lapangan.
Pendekatan Product, Process, and People (3P) menjadi kerangka utama pelatihan, dilengkapi dengan pemahaman karakter wisatawan, peningkatan kualitas layanan, serta strategi pengembangan destinasi berbasis potensi lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong pelaku wisata untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi tanpa menghilangkan identitas dan karakter daerah.
Direktur Utama PT Sarinah Raisha Syarfuan menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat lokal adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata. Menurutnya, pelaku wisata bukan sekadar penyedia jasa, tetapi juga duta budaya yang menyampaikan cerita, nilai, dan kehangatan destinasi kepada wisatawan.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat menilai pengembangan SDM sebagai fondasi utama daya saing pariwisata Indonesia. Dengan standar pelayanan yang konsisten dan profesional, destinasi tidak hanya mampu menarik wisatawan, tetapi juga mempertahankan kepercayaan pasar global.
Dari perspektif konektivitas dan pengalaman perjalanan, Group Head Corporate Secretary InJourney Aviation Services Agus Rosadi menekankan bahwa kesan wisatawan terbentuk sejak pertama kali menginjakkan kaki hingga meninggalkan destinasi. Oleh karena itu, kesiapan SDM di destinasi harus selaras dengan standar layanan transportasi dan bandara.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Para pelaku wisata mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai cara membaca kebutuhan wisatawan dan menggali potensi lokal secara lebih strategis. Program ini dinilai tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir pelayanan dan rasa percaya diri sebagai bagian dari ekosistem pariwisata nasional.
Melalui InJourney Hospitality House, InJourney Group menegaskan komitmennya untuk membangun pariwisata Indonesia dari tingkat akar rumput. Desa Batu Cermin dan kawasan sekitarnya menjadi contoh bahwa destinasi dengan potensi besar akan berkembang lebih optimal ketika didukung oleh masyarakat yang terlatih, siap, dan berdaya saing.


