ASTON VILLA, TERMINALNEWS.ID – Aston Villa memastikan diri finis di delapan besar fase liga Liga Europa 2025/26 usai meraih kemenangan tipis 1-0 atas Fenerbahce, Kamis (23/1) dini hari WIB.
Gol tunggal Jadon Sancho melalui sundulan pada menit ke-25 menjadi penentu kemenangan tim asuhan Unai Emery di laga yang berlangsung di Stadion Ulker, Istanbul.
Kemenangan ini menjadi yang keenam bagi Villa di kompetisi Eropa kasta kedua musim ini. Mereka kini menempati posisi kedua klasemen fase liga dengan 18 poin dari tujuh laga, hanya kalah selisih gol dari Olympique Lyon.
Meski meraih hasil positif, laga tersebut justru diwarnai insiden tak biasa antara Unai Emery dan gelandangnya, Youri Tielemans, yang mencuri perhatian publik.

Villa langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Gol kemenangan lahir pada menit ke-25 lewat sundulan Jadon Sancho. Berawal dari umpan silang Matty Cash yang diteruskan Jayden Oosterwolde dengan sundulan, Sancho berhasil lolos dari kawalan Milan Skriniar sebelum menanduk bola ke pojok kanan bawah gawang yang dijaga Ederson.
Gol tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, meski Fenerbahce terus menekan di sisa waktu pertandingan.
Insiden terjadi pada masa injury time babak kedua ketika Emery menarik keluar Youri Tielemans dan menggantinya dengan pemain muda George Hemmings. Kamera siaran menangkap momen saat Emery terlihat marah, mendekati Tielemans, berteriak, mengibaskan tangan, bahkan mendorong sang pemain ke arah bangku cadangan.

Tielemans sendiri tampak tetap tenang dan memilih berjalan menuju bangku cadangan tanpa membalas emosi sang pelatih.
Komentator TNT Sports pun terkejut dengan kejadian tersebut.
“Wow, apa yang sebenarnya terjadi? Itu sangat aneh,” ujar sang komentator di siaran langsung.
Usai pertandingan, Emery mendapat pertanyaan langsung terkait insiden tersebut. Namun, jawaban pelatih asal Spanyol itu justru makin memancing tanda tanya.
“Dia anak saya,” ujar Emery singkat.
Ketika didesak penjelasan lebih lanjut, ia hanya menambahkan, “Ya!”
Mantan bek Aston Villa dan Manchester City, Joleon Lescott, mengaku tidak menyukai sikap Emery tersebut.
“Saya tidak suka melihat itu, apa pun alasannya. Jika situasinya dibalik dan pemain menolak berjabat tangan dengan manajer, pasti akan ada kehebohan besar,” kata Lescott.
Sementara itu, mantan pemain timnas putri Inggris, Fara Williams, mencoba menebak alasan di balik kemarahan Emery.
“Mungkin karena Tielemans berjalan keluar lapangan, padahal waktu tersisa hanya beberapa menit. Bisa jadi Emery ingin dia keluar lebih cepat,” ujarnya.
Emery Bermimpi Juara
Terlepas dari kontroversi, keputusan Emery terbukti tepat. Villa mampu mempertahankan keunggulan hingga laga usai dan memastikan tiket ke babak 16 besar sebagai salah satu dari delapan tim terbaik fase liga.
Aston Villa masih menyisakan satu laga melawan Red Bull Salzburg pada 29 Januari mendatang. Namun, Emery kemungkinan besar akan menurunkan tim rotasi karena kelolosan sudah di tangan.
Trofi besar terakhir Villa diraih pada 1996 lewat Piala Liga. Unai Emery pun mengakui dirinya bermimpi membawa The Villans menjuarai Liga Europa musim ini.

