Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai puncak kemajuan seabad kemerdekaan pada tahun 2045. Pemerintah fokus pada pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, dan pengembangan SDM.
Dalam rencana transformasi nasional ini, pemerintah menargetkan pencapaian PDB USD9,8 triliun, GNI per kapita USD30.300, serta kontribusi industri manufaktur sebesar 28% terhadap PDB. Meskipun pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2023 mencapai 5,17%, Airlangga menyatakan perlu upaya lebih lanjut untuk mencapai pertumbuhan 6-7% yang diperlukan.
Airlangga menggarisbawahi pentingnya perubahan pendekatan pembangunan menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan. Kunci suksesnya melibatkan investasi dalam infrastruktur, inovasi, dan SDM. Indonesia juga berfokus pada penguatan ekspor, stabilitas ekonomi, serta pengendalian inflasi melalui kebijakan yang terencana dengan baik.
Dalam upaya mencapai impian ini, sumber daya alam menjadi modal berharga. Dengan luas lahan hutan mencapai 125,57 juta hektar dan potensi energi terbarukan mencapai 3,716 GW, pemerintah mengarahkan upaya menuju energi berkelanjutan.
Menko Airlangga menekankan kolaborasi sektor dan peran Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. Dengan dukungan semua pihak, Indonesia siap mengukir prestasi gemilang di tahun 2045.

