BerandaEsai & OpiniMulai Mengarang Lagu Saat...

Mulai Mengarang Lagu Saat di Penjara

LAGU. Saya mulai mengarang lagu pada tahun 1971, 53 tahun silam, saat di penjara Madiun. Saya dipidana satu tahun karena berkelahi, dipekerjakan di perpustakaan merangkap gereja. Di situ ada piano dan gitar tua. Pak Jamian sipir yang bisa main piano. Saya tidak bisa, dan tidak berani ngulik piano. Hanya mengelapnya.  Saya bisa main gitar, di waktu senggang. Saya sudah bisa main gitar sejak di luar, sering begadang dengan teman-teman menyanyikan lagu Koes Bersaudara/Plus. Lama-lama saya ngarang lagu, judulnya “Bulan Pergi”, yang ketika jadi pengarang Selamat Tinggal Duka, lagu itu saya ubah syair dan judulnya jadi “Lestari”. Lagu itu dibeli Om Soekarno M Noor, 1978, Rp123 ribu, untuk theme song film STD. Tapi setelah dibayar tidak jadi dipakai di film. Kuitansinya masih saya simpan.

Baca Juga :   Pembunuhan yang Nyaris Memicu Konflik Etnis

Kemudian, tahun 1981, lagu itu dinyanyikan Mas Yon Koewoyo dalam album Lantaran. Bagaimana saya bisa bikin album Mas Yon, itu karena Mas Teguh Esha. Saya sudah tulis dalam obituari di Facebook beberapa tahun lalu. Nanti akan saya sertakan di buku memoar.

Selain menulis novel, cerpen dan puisi, saya juga ngarang legu. Untuk Mas Yon Koeswoyo, Rano Karno, Mandra, Basuki, Suty Karno, Polo Srimulat, Anita Carolina, Emha Ainun Nadjib & Novia Kolopaking, Yuni Shara, Ayu Azhari dan  beberapa penyanyi lain saya lupa. Saya juga nyanyi, solo,”Menunggu Eksekusi” dan duet dengan Santy Karno, “Pencopet. dan Pacarnya”. Ada juga puluhan lagu anak.

Saya juga bikin sound track untuk  semua seri sinetron karya Mas Arswendo dan Dedi Setiadi, termasuk lagu Harta “Berharga sebagai” theme song Keluarga Cemara, syairnya ditulis Mas Wendo. Juga theme song film Terima Kasih Emak Terima Abah, sutradara Mas Dedi Setiadi, judulnya Mimpi Paling Nyata yang dinyanyikan Novia Kolopaking dan musiknya digarap Harry Krisna, anak bungsu saya yang dikontrak Aquarius Musikindo.

Baca Juga :   (Lagi) Preseden Buruk Persepakbolaan Indonesia

Saya juga membuat lagu untuk Nanang & Endro, enam album, musiknya antara lain digarap Murry Koes Plus. Tahun 1996 saya bikin lagu untuk Mas Yon, *Indahnya Kasih”, dinyanyikan tahun 1999 dan masih populer sampai sekarang.

Setelah kemarin baca biodata, ternyata lumayan banyak. Tapi saya tidak pernah merasa sebagai pengarang lagu, penyanyi atau musisi. Saya ini penulis. Saya bisa main gitar hanya tiga jurus, nyanyi ya asal nggak fals.

Saya gugup jika di depan publik, apalagi  disuruh nyanyi di depan umum. Saya merasa pas di depan mesin tulis, komputer, laptop dan sekarang terpuruk ngadepin handphone. Itu dunia saya. Itu belantara petualangan saya. Di situ saya bisa mengembara ke mana-mana. Dengan rokok, kopi, (dulu) whisky, saya bergulat di medan pikiran saya, menyusuri labirin imajinasi, berunding dengan nasib.***

Baca Juga :   Ibu Pertiwi Menangis Untuk Kesekian Kalinya

Hartjah 22062024

Harry Tjahyono : Wartawan, Penulis, Pencipta Lagu, Penyair.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kapal Pesiar ‘Anthem of the Seas’ Merapat ke Bali

BENOA, TERMINALNEWS.ID - Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi kapal pesiar global....

Kisah Inspiratif! Bripda Zainal, Santri yang Kini Jadi Anggota Brimob

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID  – Bripda Muhammad Zainal Fajar, anggota Brimob Polda Metro...

Optimalisasi Penyidikan TPPU Dan Restorative Justice, Bareskrim Polri Gelar Asistensi Di Polda Metro Jaya

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Dalam rangka mengoptimalkan penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang...

Artis Cilik asal Malaysia Al Mishary Gandeng Penyanyi Dangdut Indonesia Khairat KDI

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID - Artis Cilik asal Malaysia Al Mishary gandeng penyanyi...

- A word from our sponsors -

spot_img