BerandaNewsNasional120 Proyek Strategis Bernilai...

120 Proyek Strategis Bernilai Milyaran Dolar akan Dibahas di World Water Forum ke-10

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID –  Sebanyak 120 proyek strategis terkait air dan sanitasi bernilai USD9,4 milyar akan disepakati saat World Water Forum ke-10 pada 18—25 Mei 2024 di Bali.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat membuka Rakor Panitia Nasional World Water Forum ke-10 di Bali, di Laguna Resort and Spa, Kamis (16/5/2024).

“Kita harus menghasilkan concrete deliverables dari forum ini. Akan melaksanakan 120 proyek strategis terkait air bernilai USD9,4 milyar, termasuk tindak lanjut dari inisiatif Indonesia di G20 tahun 2022 yaitu G20 Bali Global Blended Finance Alliance (GBFA) yang akan mendukung pendanaan untuk aksi iklim termasuk mengatasi krisis air. Kami akan mengadakan launching Sekretariat GBFA dan penandatanganan LoI dengan beberapa negara sebagai Founding Member pada 20 Mei nanti, Setneg dan Kemlu harap fasilitasi para undangan high-level yang belum mendapatkan akses masuk,” katanya.

Baca Juga :   Beranda Berita Layanan Mimbar Agama Unit Kerja Kolom Profil Galeri Search Ketik di sini Rekomendasi Keywords: Gusmen Haji 2023 Hari Santri Pesantren Islam Sidang Isbat Halal Nasional Versi Audio Anugerah Syiar Ramadan 2025 Usung Spirit Siaran Keagamaan untuk Ketahanan Bangsa KontributorKontributor Kontributor Kamis, 22 Mei 2025 · 10:59 WIB Anugerah Syiar Ramadan Anugerah Syiar Ramadan Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menggelar Anugerah Syiar Ramadan tahun 2025, bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi Kemenag, pada Jum’at 23 Mei 2025. Tahun ini tema yang diusung adalah “Siaran Ramadan untuk Meneguhkan Ketahanan Bangsa”. Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, penyelenggaraan Anugerah Syiar Ramadan sebagai bentuk apresiasi terhadap program siaran keagamaan selama bulan suci Ramadan. “Ajang ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis media dalam memperkuat ketahanan bangsa melalui dakwah yang mencerahkan, mendidik, dan membangun,” kata Abu, Kamis (22/05/2025) di Jakarta. Di tengah arus informasi digital, Abu menegaskan pentingnya Anugerah Syiar Ramadan sebagai upaya memperkuat ekosistem dakwah media yang kredibel. “Siaran keagamaan bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Lewat apresiasi ini, kita dorong lembaga penyiaran untuk terus meningkatkan kualitas siarannya agar bisa menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan ruh spiritualitas,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama telah mengambil langkah konkret untuk membina kualitas dakwah media, seperti melalui pelatihan dai, penyediaan naskah khotbah tematik, pembinaan penyiar agama Islam, serta pengiriman dai ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Abu berharap, penyiaran Ramadan ke depan dapat menjangkau generasi muda digital-native dengan pendekatan yang ramah, moderat, dan membangun. “Ketahanan bangsa tidak hanya dibangun dari kekuatan ekonomi atau politik, tapi juga dari ketahanan iman dan narasi kebaikan yang konsisten disiarkan,” pintanya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi menekankan bahwa kegiatan Anugerah Syiar Ramadan bukan hanya soal penghargaan, tetapi juga sebagai forum konsolidasi nasional bagi pelaku penyiaran keagamaan. “Setiap tahun, kita tidak hanya memberi penghargaan, tapi juga memperkuat koordinasi antar-aktor kunci penyiaran agar dakwah media menjadi bagian dari ketahanan bangsa. Kita ingin siaran Ramadan jadi instrumen membangun akhlak publik,” ujar Zayadi. Ia menjelaskan, Anugerah Syiar Ramadan tahun ini memberikan 21 penghargaan kepada program televisi, radio, serta tokoh dan program inspiratif dari Kementerian Agama dan MUI. Kategori yang dilombakan antara lain meliputi ceramah, kultum, dokumenter, ILM Ramadan, hingga program yang mendukung gaya hidup halal dan literasi akhlak digital. Zayadi menambahkan bahwa Kemenag secara aktif telah menyelenggarakan pelatihan literasi digital dan dakwah media bagi penceramah dan penyuluh agama, agar penyiaran keagamaan dapat hadir secara bijak di ruang-ruang digital. “Ini era di mana narasi baik harus lebih viral dari kebisingan. Kita butuh konten keagamaan yang bukan hanya relevan, tapi ya.

Luhut juga mengungkapkan bahwa forum air terbesar dunia tersebut akan dihadiri sebanyak 13.448 orang dari 148 negara. Delegasi VVIP terdiri dari 8 kepala negara dan wakil kepala pemerintahan, 3 utusan khusus, dan 38 menteri.

“Interest terhadap acara ini semakin meningkat. Terdapat juga anggota parlemen dari berbagai negara, perwakilan daerah, asosiasi, perusahaan swasta dan pemuda,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Luhut meminta semua pihak yang terlibat dalam persiapan World Water Forum ke-10 agar memastikan secara detail pelaksanaannya karena kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa kepala negara.

“Kehadiran Presiden RI dan VVIP ini mengharuskan kita persiapkan World Water Forum ke-10 ini semaksimal mungkin,” tegasnya.

Baca Juga :   Jakarta Experience Board Memperkuat Posisi Sebagai One Stop Tourism Provider di Ibu Kota

Selain itu, lanjutnya, perlu diperhatikan juga publikasi media khususnya untuk internasional. Khususnya Deklarasi Menteri dengan outcome tiga usulan Indonesia yaitu Integrated water resources management on small island, Centre of excellent on water and climate resilience dan pencanangan World Lake Day, yang akan disampaikan ke PBB untuk menjadi UN Water Agenda.

Menko Luhut juga meminta perhatian pada sektor keamanan hingga kenyamanan undangan yang hadir.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian Panitia Nasional World Water Forum ke-10 yang juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljo mengungkapkan Ministerial Meeting akan dihadiri sekitar 103 Menteri dari 132 negara.

“Namun semua ini masih terus bergerak, karena masih ada 99 Negara yang belum konfirmasi,” ujarnya seraya menambahkan pihaknya juga akan mengundang pelajar dari empat sekolah pada setiap harinya untuk bisa menyaksikan proses-proses yang terjadi di forum tersebut.

Baca Juga :   Hj. Isti Kusumawardhani SH. Mkn Dilantik Sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Surabaya 1

Hingga 17 Mei 2024, dari 13.000 yang mendaftar secara formal, peserta Nasional tercatat sudah ada sekitar 2.900 orang serta peserta dari kementerian dan panitia sebanyak 1.600 orang. Pembicara dari dalam dan luar negeri ada 1.357 dan exhibitor media serta sponsor ada 4.890 orang.

Nantinya akan ada dua pameran yang dilakukan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), yaitu pertama Country Pavilion dan Organization Pavilion. Sebanyak 21 negara dipastikan akan mengikuti pameran ini. (*/hw)

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kapal Pesiar ‘Anthem of the Seas’ Merapat ke Bali

BENOA, TERMINALNEWS.ID - Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi kapal pesiar global....

Kisah Inspiratif! Bripda Zainal, Santri yang Kini Jadi Anggota Brimob

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID  – Bripda Muhammad Zainal Fajar, anggota Brimob Polda Metro...

Optimalisasi Penyidikan TPPU Dan Restorative Justice, Bareskrim Polri Gelar Asistensi Di Polda Metro Jaya

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Dalam rangka mengoptimalkan penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang...

Artis Cilik asal Malaysia Al Mishary Gandeng Penyanyi Dangdut Indonesia Khairat KDI

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID - Artis Cilik asal Malaysia Al Mishary gandeng penyanyi...

- A word from our sponsors -