JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Aktor Nugie kembali memukau penggemar film tanah air dengan peran barunya sebagai Alim Suganda dalam film ‘Tuhan Izinkan Aku Berdosa’ yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Peran ini memberikan tantangan baru bagi Nugie yang mengaku belum pernah mendapatkan karakter seberat ini sebelumnya.
“Peran yang ditampilkan memang dalam beberapa kehidupan di media kita sering dijumpai. Nah, akhirnya kita ngasih tahu pembelajaran bahwa kenyataan hidup tuh ada yang enggak seperti yang dibayangkan, malah lebih ‘wow’. Itu akhirnya gue jawab ‘oke, masuk!’ Aku mau dan dapat arahan yang luar biasa. Kita diajak untuk diskusi eksplorasi soal karakternya,” ungkap Nugie saat diwawancarai mengenai persiapannya.
Nugie menambahkan, “Pas filmnya tayang, kita sempat bareng dan itu gue ngerasa bahwa film ini punya message yang luar biasa. ‘Tuhan Izinkan Aku Berdosa’ lebih daripada yang kita perkirakan dan bikin aku sendiri yang ada di dalam film itu merasa bangga.”
Film ini sempat menghadapi tantangan dalam penentuan rating usia penonton.
“Tadinya mungkin ada adegan yang untuk 21 tahun, tapi sudah diturunkan untuk 17 tahun dan gue tetap apresiasi bahwa editan dari hasil terakhir ini mantap bisa mewakili seluruh cerita yang luar biasa,” jelas Nugie.
Proses pembuatan film ini melibatkan diskusi intens dengan Hanung Bramantyo. Nugie menyatakan, “Mas Anung sempat bilang, ‘ayo mas kita sama-sama bongkar hal-hal yang sifatnya kemunafikan di dunia ini.’ Itu yang buat aku bilang, ‘wah, ini mesagenya keren banget ya.’ Manusia jadi apa adanya lebih bagus daripada harus jadi munafik.”
Nugie merasa tertantang dengan karakter Alim Suganda dan berbagai dinamika yang ada dalam skenario film ini.
“Gue malah gak pernah mikirin beradu akting dengan siapa. Peran yang gue dapetin itu dulu yang gua pikirin, berat enggak buat gue? Kalau gue ngerasa gak mampu, gue kan berani,” kata Nugie dengan tegas.
‘Tuhan Izinkan Aku Berdosa’ dijadwalkan akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai akhir bulan ini. Film ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada penonton tentang kenyataan hidup yang kadang tak sesuai dengan bayangan, serta pentingnya untuk menjadi diri sendiri tanpa harus terjebak dalam kemunafikan.


