Dibintangi Aurora Ribero, Rey Bong, Gabriella Ekaputri, hingga Arafah Rianti, film ini menyuguhkan drama, komedi, dan pesan harapan bagi para pencari kerja.
TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Persaingan mendapatkan pekerjaan dan tekanan untuk meraih kesuksesan di usia muda menjadi realitas yang dihadapi banyak orang saat ini. Persoalan tersebut diangkat BASE Entertainment melalui film terbarunya, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?, yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Disutradarai Archie Hekagery dan diproduseri Shanty Harmayn serta Aoura Lovenson Chandra, film ini diadaptasi dari buku laris karya Samuel Ray. Ceritanya mengikuti perjalanan enam calon karyawan yang harus menjalani masa percobaan atau probation sekaligus bersaing memperebutkan satu posisi sebagai karyawan tetap.

Mengangkat realitas dunia kerja yang penuh tekanan, film ini menyoroti keresahan generasi muda ketika harus menghadapi sulitnya mencari pekerjaan, tuntutan untuk segera sukses, hingga beratnya memenuhi kebutuhan hidup di tengah biaya hidup yang terus meningkat.
Melalui kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? tidak sekadar menyajikan persaingan di lingkungan perkantoran. Film ini juga mengajak penonton melihat sisi manusiawi para pekerja, lengkap dengan ambisi, ketakutan, kegagalan, dan harapan mereka.
Kekuatan cerita turut didukung jajaran pemain yang terdiri atas Aurora Ribero, Rey Bong, Gabriella Ekaputri, Lutfi Afansyah, Daffa Wardhana, dan Arafah Rianti. Masing-masing menghadirkan karakter dengan kepribadian dan latar belakang berbeda yang merepresentasikan beragam fenomena di dunia kerja.
Aurora Ribero memerankan Bintang, anak sulung yang memikul tanggung jawab ekonomi keluarga dan terbiasa berusaha menyenangkan semua orang. Karakter ini menjadi gambaran anak muda yang merasa harus segera berhasil demi memenuhi harapan keluarga maupun tuntutan lingkungan.
Berbeda dengan Bintang, Gabriella Ekaputri memerankan Claudia, sosok ambisius yang rela mengesampingkan pertemanan demi mencapai target kariernya.
“Memerankan Bintang membuat saya sadar betapa besarnya pressure anak muda masa kini yang merasa harus cepat sukses. Tekanan terbesar justru sering datang dari diri mereka sendiri. Lewat Bintang, saya ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa untuk berjuang, tetapi juga harus ingat dengan diri sendiri dan kesehatan mental tetap harus nomor satu,” ujar Aurora Ribero.
Sementara itu, Gabriella mengaku karakter Claudia sangat berbeda dengan kepribadiannya di kehidupan nyata. Menurutnya, ambisi untuk meraih kesuksesan bukanlah sesuatu yang salah. Namun, ambisi bisa menjadi persoalan ketika seseorang mulai mengorbankan orang lain demi mendapatkan posisi yang diinginkan.
“Karakter Claudia sangat bertolak belakang dengan saya di dunia nyata. Dia menutup diri dari pertemanan karena menganggap hubungan personal hanya akan mendistraksi ambisinya. Memiliki ambisi tentu tidak salah, selama kita berada di jalur kita sendiri. Namun, ketika ambisi itu berubah menjadi keinginan untuk menjatuhkan orang lain demi sebuah posisi, di situlah letak batas di mana dunia kerja berubah menjadi lingkungan yang toxic,” kata Gabriella.
Hadirkan komedi dan potret unik dunia perkantoran
Tak hanya menyuguhkan drama dan ketegangan persaingan karier, film ini juga menghadirkan komedi melalui karakter Damai yang diperankan Lutfi Afansyah dan Velma yang dimainkan Arafah Rianti.
Damai menjadi gambaran satir pekerja yang berusaha menutupi kekurangan keterampilan dengan menggunakan istilah-istilah korporat yang rumit. Sementara Velma merepresentasikan sosok yang kerap menjadi korban kerasnya persaingan, ketika kehidupan seolah hanya berpihak kepada mereka yang paling kuat.

Ada pula Bima (Rey Bong) yang disebut menghadirkan plot twist tak terduga. Meski mengejutkan, karakter tersebut sebenarnya menggambarkan fenomena yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan pekerjaan.
Di sisi lain, Mika (Daffa Wardhana) menghadirkan kisah yang tak kalah menarik. Karakter anak muda dengan berbagai privilese ini mencoba menjalani gaya hidup hemat atau frugal living, sehingga memunculkan dinamika tersendiri dalam cerita.
Bukan sekadar soal siapa yang berhasil berkarier
Bagi produser Shanty Harmayn, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? merupakan refleksi tentang kehidupan yang tidak semata-mata diukur dari keberhasilan seseorang mencapai puncak karier.
Menurutnya, meskipun cerita film berpusat pada enam orang yang bersaing mendapatkan satu posisi pekerjaan, setiap karakter memiliki perjuangan dan persoalan personal yang layak mendapat perhatian.
“Meskipun di film ini digambarkan ada enam calon karyawan yang saling bersaing, kami ingin menyoroti sisi humanis dari masing-masing pekerja. Kegagalan atau penolakan di dunia kerja bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang, rejection is redirection. Film ini adalah pesan harapan bagi siapa pun yang sedang lelah berjuang di tengah beban ekonomi saat ini,” ujar Shanty.
Pesan tersebut juga menjadi salah satu hal yang ingin disampaikan Samuel Ray selaku penulis buku Lagi Probation yang menjadi sumber adaptasi film ini.
Ia berharap film tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pemahaman kepada para pencari kerja, khususnya lulusan baru atau fresh graduate, mengenai dunia profesional dan hak-hak mereka sebagai pekerja.
“Di dunia nyata, masa probation sering kali membingungkan. Lewat film ini, saya berharap teman-teman fresh graduate lebih melek terhadap hak-hak mereka sebagai pekerja dan menghargai value diri mereka, serta tetap mengedepankan empati sebagai manusia,” kata Samuel.
Ajak generasi muda membangun kebiasaan finansial sehat
Selain mengangkat persoalan karier, film ini juga mendapat dukungan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga). Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendampingi generasi muda dalam berbagai fase kehidupan, termasuk ketika mulai membangun karier dan mewujudkan cita-cita.
Komitmen tersebut selaras dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, yakni membantu nasabah dan masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi serta aspirasi mereka.
Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga, Amir Widjaya, mengatakan tema yang diangkat film ini relevan dengan realitas anak muda ketika mulai memasuki dunia kerja. Pada fase tersebut, mereka dituntut beradaptasi, menentukan tujuan hidup, sekaligus mulai mempersiapkan masa depan.
“Membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak awal karier merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkan tujuan di masa depan. Melalui OCTO dan OCTO Savers Payroll, kami mengajak masyarakat untuk Pindahin Gaji ke OCTO agar penghasilan yang diperoleh dapat dikelola lebih optimal, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk menabung, berinvestasi, dan mempersiapkan masa depan,” ujar Amir.
Menariknya, suasana di balik layar justru berbanding terbalik dengan ketatnya persaingan yang ditampilkan dalam film. Keakraban dan persahabatan para pemain muda menghadirkan chemistry yang kuat, sekaligus memberikan warna tersendiri bagi film ini.
Dengan memadukan drama, komedi, dan realitas kehidupan pekerja muda, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? menawarkan cerita yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Film ini sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan membangun karier bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sukses atau berhasil mendapatkan posisi terbaik, melainkan juga tentang bagaimana seseorang tetap mengenali nilai dirinya di tengah berbagai tekanan.
Informasi terbaru mengenai film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @filmlagiprobation dan @base.id.
Jangan lewatkan kisah perjuangan enam calon karyawan ini di bioskop seluruh Indonesia mulai 12 November 2026.

