TERMINALNEWS.ID, BANJARNEGARA – Pemberdayaan perempuan secara ekonomi penting untuk mendukung keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekaligus sebagai strategi pengentasan kemiskinan ekstrem.
Hal tersebut disampaikan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi Sita Ferry Juliantono pada kegiatan penguatan kapasitas SDM Pengurus KDKMP untuk mendorong Akses Permodalan KDKMP di Banjarnegara, Selasa (27/10/2026).
Sita mengatakan KDKMP bukan sekadar gerai atau bangunan melainkan rumah bersama bagi warga desa. Program yang bertujuan membangun dari desa untuk pemerataan dan penguatan ekonomi rakyat ini, keberhasilannya tidak diukur dari dari banyaknya gerai, tetapi manfaat bagi warga, terutama yang paling membutuhkan.
“Saya yakin perempuan memegang peranan penting dalam keberhasilan itu. Di desa, perempuan setiap hari ikut menggerakkan ekonomi keluarga dan dampaknya sangat nyata. Memberdayakan perempuan berarti memberi kesempatan menambah pengetahuan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan ruang untuk ikut mengambil keputusan,” kata Sita dalam sambutannya.
Turut hadir Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi Destry Anna Sari, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, Wati Zabadi Ketua DWP Kementerian Koperasi, para pengurus KDKMP, serta penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
Ia juga mendorong kepada perempuan penerima manfaat, merintis usaha kecil dan bergabung dengan koperasi serta belajar mengelola keuangan dengan baik. Sita mengharapkan kegiatan peningkatan kapasitas ini dapat menjadikan perempuan Banjarnegara semakin berdaya semakin berdaya sebagai penggerak ekonomi desa dan keluarga dan pada akhirnya dapat keluar dari kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan.
Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari juga menyampaikan peran strategis koperasi yakni sebagai sebagai penggerak utama ekonomi atau tulang punggung perekonomian nasional. KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai toko biasa atau penyalur barang subsidi, tetapi juga wadah konsolidasi bagi para anggota untuk mengelola usaha berbasis rantai pasok.
Ia juga menegaskan KDKMP dapat saling kerja sama, dengan saling jual dan beli. Barang yang tidak diproduksi oleh desa tertentu dapat mengambilnya dari KDKMP di desa lainnya.
“Jadi sebenarnya antar KDKMP itu bisa saling menjual saling membeli. Ingat, anggota itu adalah pemilik, pemodal, produsen, dan pasar,” kata Destry.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan pentingnya memperjuangkan dan merawat KDKMP sebagai program untuk membangun kemandirian ekonomi desa.
“KDKMP diharapkan berfungsi sebagai mediator/perantara untuk menyerap produk lokal desa seperti beras lokal, sayuran, kopi dan membantu pendistribusian barang ke warung-warung warga, bukan mematikan usaha UMKM lokal,” ucap Amalia.

