TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memperkuat upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dan pengendalian tuberkulosis (TBC) melalui Lomba Kampung Bebas Jentik (KBJ) dan Kampung Siaga Tuberkulosis (KST). Kegiatan ini menjadi sarana untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular.
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan tersebut di Ruang Srigunting, Ruang Pola, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Jumat (23/10/2026).
Lomba yang digelar Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur itu melibatkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) serta perwakilan dari 10 tim puskesmas kelurahan dan kecamatan yang mewakili 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudhy, mengatakan pelaksanaan lomba dibagi menjadi dua agenda. Penilaian Kampung Bebas Jentik berlangsung pada Jumat (23/10/2026), sementara lomba Kampung Siaga Tuberkulosis dijadwalkan pada Senin (26/10/2026).

Dalam lomba Kampung Bebas Jentik, tiga peserta dengan hasil terbaik akan mengikuti verifikasi lapangan. Tahapan tersebut dilakukan untuk menentukan wakil Jakarta Timur yang akan berlaga pada tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Arief, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang penilaian, tetapi juga bentuk penghargaan bagi masyarakat, kader kesehatan, pengurus RT/RW, serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam pencegahan DBD dan pengendalian TBC.

Ia menegaskan, penanganan kedua penyakit tersebut membutuhkan kerja sama berbagai unsur, mulai dari pemerintah dan tenaga kesehatan hingga masyarakat di tingkat lingkungan.
“Ini adalah salah satu strategi untuk meningkatkan peran serta lintas sektor, karena DBD dan TBC tidak bisa ditangani oleh sektor kesehatan saja, tetapi membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan peran aktif masyarakat,” ungkap Arief.
Melalui lomba KBJ dan KST, Pemkot Jakarta Timur berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan penyakit semakin meningkat. Partisipasi aktif kader dan warga juga diharapkan mampu memperkuat deteksi dini serta membangun lingkungan yang lebih sehat.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, upaya pemberantasan sarang nyamuk penyebab DBD dan pengendalian penularan TBC di Jakarta Timur diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

