TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER – Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, mengungkapkan alasan lain di balik keputusan klub meminjamkan Jadon Sancho. Konflik terkait performa latihan ternyata bukan satu-satunya persoalan yang memengaruhi masa depan winger asal Inggris tersebut di Old Trafford.
Dalam wawancara dengan The Athletic, Ten Hag menceritakan kembali situasi yang dihadapinya pada awal masa kepelatihannya di Manchester United, termasuk kedatangan Antony dari Ajax Amsterdam pada musim panas 2022. Menurutnya, perekrutan Antony berkaitan dengan permintaan Sancho mengenai posisi bermain yang diinginkannya.
Manchester United mendatangkan Antony dengan nilai transfer sebesar 81,3 juta pound sterling (sekitar Rp1,8 triliun). Namun, setelah menunjukkan sejumlah penampilan menjanjikan pada awal kariernya di Old Trafford, winger asal Brasil itu kesulitan mempertahankan performa konsisten.
Mengejutkan Ten Hag
Ten Hag mengungkapkan bahwa Sancho, yang sebelumnya kerap bermain di sisi kanan serangan Borussia Dortmund, justru menyampaikan keinginannya untuk bermain di sayap kiri ketika berada di bawah arahan pelatih asal Belanda tersebut.
Permintaan itu membuat Ten Hag harus mempertimbangkan kembali komposisi lini serang Manchester United. Ia menilai kebutuhan tim harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pemain yang direkrut.
“Sancho tidak ingin bermain di sisi kanan. Dia mengatakan hal itu,” ujar Ten Hag. Ia mengaku heran karena Sancho sebelumnya sering bermain di posisi tersebut bersama Dortmund.

Sancho, menurut Ten Hag, merasa lebih nyaman bermain di sisi kiri. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan persoalan dalam penyusunan komposisi pemain, sementara Manchester United juga membutuhkan waktu untuk menentukan solusi yang tepat.
Ten Hag menegaskan bahwa perekrutan pemain harus didasarkan pada performa, karakteristik pemain, dan kebutuhan taktik tim, bukan hubungan pribadi dengan pemain yang bersangkutan.
“Saya melihat performa dan profil pemain untuk menentukan apa yang dibutuhkan tim. Bukan berdasarkan emosi, apakah saya menyukai atau tidak menyukai seorang pemain, atau apakah saya pernah melatihnya sebelumnya,” kata Ten Hag.
Persaingan Membuat Sancho Tersisih
Pada musim pertama Ten Hag menangani Manchester United, Sancho masih mendapatkan kesempatan bermain cukup banyak dengan mencatatkan 21 kali sebagai starter di Liga Primer Inggris.
Namun, situasinya berubah pada musim 2023/2024. Sancho hanya tampil tiga kali sebagai pemain pengganti sebelum akhirnya disingkirkan dari skuad utama menyusul perselisihan terbuka dengan Ten Hag terkait penilaian terhadap performa latihannya.
Sancho menolak meminta maaf kepada sang pelatih atas anggapan bahwa dirinya kurang menunjukkan usaha dalam latihan. Perselisihan tersebut membuat hubungan keduanya semakin memburuk.
Pada periode itu, Antony lebih sering menempati posisi sayap kanan, sedangkan Marcus Rashford bermain di sisi kiri. Rashford kemudian mencatatkan 35 kali sebagai starter di seluruh kompetisi sepanjang musim 2023/2024. Alejandro Garnacho juga mulai mendapatkan tempat di tim utama.
Situasi tersebut membuat peluang Sancho untuk memperoleh menit bermain di posisi favoritnya semakin terbatas.
Sancho kemudian dipinjamkan ke Borussia Dortmund pada paruh kedua musim 2023/2024. Setelah kembali ke Manchester United, ia dan Ten Hag sempat mengadakan pertemuan untuk menyelesaikan perselisihan mereka.
Ten Hag saat itu menyatakan bahwa keduanya telah sepakat untuk mengakhiri konflik. Namun, Sancho kembali dipinjamkan, kali ini ke Chelsea, pada hari terakhir bursa transfer berikutnya.
Bersama Chelsea, Sancho mencatatkan 41 penampilan di seluruh kompetisi dan menjadi starter dalam 26 pertandingan.
Ten Hag sendiri dipecat Manchester United pada Oktober 2024.
Mendapat Tawaran dari Getafe
Perkembangan terbaru dalam laporan tersebut menyebutkan bahwa Sancho berstatus tanpa klub setelah kontraknya bersama Manchester United berakhir pada Juni. Ia sempat berlatih bersama Flixton FC, klub nonliga di kawasan Greater Manchester, untuk menjaga kebugarannya.
Klub Liga Spanyol, Getafe, dilaporkan telah mengajukan tawaran kontrak kepada pemain tersebut. Presiden Getafe, Angel Torres, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya mendatangkan Sancho selama empat bulan.
“Kami telah mengajukan tawaran terakhir kepadanya,” kata Torres dalam wawancara dengan radio Spanyol.
Torres juga menyebutkan bahwa Sancho memiliki sejumlah opsi lain, termasuk tawaran dari klub-klub Qatar. Ia menegaskan bahwa Getafe tidak ingin memberikan tekanan kepada sang pemain dan membiarkannya menentukan masa depannya sendiri.
Kisah Sancho di Manchester United memperlihatkan bahwa persoalan penempatan posisi, persaingan antarpemain, dan hubungan dengan pelatih dapat saling berkaitan dalam menentukan karier seorang pemain.
Pengungkapan Ten Hag juga memberikan perspektif tambahan mengenai latar belakang perekrutan Antony, yang selama ini kerap menjadi bahan kritik akibat besarnya biaya transfer.

