BerandaNewsEsai & OpiniSeperti Ini Mimpi Besar...

Seperti Ini Mimpi Besar yang Ingin Dihidupkan Kompetisi Sepak Bola Liga Jakarta

WhatsApp Image 2026 10 04 at 00.57.05 3Bagi sejumlah pelatih yang menangani tim peserta Liga Soeratin U-15 Jakarta dan Liga Jakarta U-17 2026, kompetisi ini bukan sekadar arena untuk mengejar kemenangan. Jumlah pertandingan yang panjang justru memberi mereka ruang untuk menguji ilmu kepelatihan, mengevaluasi strategi, sekaligus memahami perkembangan pemain usia 15 hingga 17 tahun.

Situasi tersebut berbeda dengan turnamen jangka pendek yang biasanya hanya memberikan kesempatan bertanding dua atau tiga kali. Dalam format seperti itu, perhatian pelatih cenderung terserap pada hasil pertandingan. Di Liga Jakarta, pelatih memiliki kesempatan menjalankan siklus yang lebih ideal: latihan, bertanding, mengevaluasi, lalu memperbaiki sebelum kembali menghadapi pertandingan berikutnya.

Bagi pelatih, siklus tersebut menjadi laboratorium untuk menguji apakah strategi yang disusun dalam latihan benar-benar dapat diterapkan pemain di lapangan.

Ini juga yang menjadi bagian dari mimpi besar Yosef Erwiyantoro, penggagas awal Liga Jakarta U-17 dan Liga Soeratin U-15 yang tahun ini memasuki musim kedua pelaksanaannya.WhatsApp Image 2026 10 04 at 00.57.09 1

Sosok yang akrab disapa mbah Coco dengan status wartawan olahraga veteran Indonesia mencoba tidak hanya menjadi pengkritik sepak bola nasional paling konsisten. Dia mencoba bekerja dan membangkitkan kembali sebuah kompetisi junior berkelanjutan, demi lahirnya bakat-bakat baru dan berkualitas sepak bola tanah air.

Baca Juga :   Melawan Kapitalisme Serius

Keputusannya untuk menggelar dua kompetisi ini tidak lepas dari pengamatan panjang dirinya terhadap penyakit akut sepak bola nasional. Sebagai pelaku di akar rumput, mbah Cocoh tahu persis, bagaimana dalam kurun waktu 35 tahun terakhir, klub-klub amatir tidak pernah diurus, dicuekin, bahkan secara sengaja dikubur oleh PSSI.

Akibat dari situasi tersebut, mengharapkan lahirnya pemain bertalenta, berbakat, jujur, sehat dan profesional sama saja mimpi di siang bolong. Itu tak lain, karena wadahnya sendiri diabaikan. Ibarat orang hendak menananam padi, tapi bibitnya asal tumbuh, tanpa dikasih pupuk. Hasilnya, beras yang dikeluarkan pun beras kualitas rendah.

Pada pekan-pekan awal, misalnya, sejumlah pelatih masih harus aktif memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Pemain belum sepenuhnya memahami pentingnya disiplin posisi dan menjalankan peran sesuai kebutuhan tim.

Namun, setelah menjalani pertandingan secara rutin, perubahan mulai terlihat. Pemain semakin memahami alasan di balik keputusan taktik, termasuk ketika harus bermain di posisi yang berbeda dari keinginannya.

Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses seorang pelatih dalam mengembangkan pendekatan kepelatihannya.

Pelatih Bina Mutiara, Abdul Gafur, menilai kesempatan bertanding secara rutin membuat dirinya dapat menerapkan ilmu yang diperoleh melalui pendidikan kepelatihan, kursus sertifikasi maupun pengalaman ketika masih menjadi pemain.Gaf

Baca Juga :   Miskin Kompetisi Berjenjang Adalah PR Besar Sepak Bola Indonesia

“Secara pribadi, menjadi pelatih untuk tim peserta Liga Jakarta adalah keberuntungan. Jumlah pertandingan yang sesuai standar FIFA membuat saya bisa menerapkan ilmu kepelatihan yang saya dapat,” kata Gafur.

Menurut dia, banyaknya pertandingan juga memungkinkan pelatih menghadapi karakter lawan yang berbeda. Kondisi itu memaksa mereka menyesuaikan strategi, sekaligus mencari solusi ketika rencana permainan tidak berjalan.

“Pemain bisa bertemu lawan dengan berbagai strategi. Mereka tidak hanya belajar menyerang dan mencetak gol, tetapi juga bagaimana memecah kebuntuan ketika menghadapi tim yang bertahan total,” ujarnya.

Bagi Gafur, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan pemain. Mereka tidak selalu harus menang dalam setiap pertandingan, tetapi mendapatkan pengalaman menghadapi berbagai situasi pertandingan yang sulit ditemukan dalam turnamen dengan durasi singkat.

Pengalaman serupa dirasakan pelatih Batavia FC U-15, Ranu Tri Sasongko. Ia melihat Liga Jakarta sebagai kesempatan untuk menerapkan ilmu kepelatihan sekaligus mendesain ulang program latihan berdasarkan persoalan yang ditemukan dalam pertandingan.

“Pemain jadi tahu mengapa terjadi perubahan formasi dan siap berubah posisi. Situasinya kadang tidak enak, tetapi harus dilakukan demi peningkatan kemampuan,” kata Ranu.Ranu 1

Baca Juga :   Catatan Olimpiade, Paris 2024 Minim Medali, Jangan Saling Menyalahkan

Menurut Ranu, keberadaan pertandingan yang berlangsung rutin membuat pelatih tidak harus mempertahankan satu pola secara kaku. Jika strategi tidak efektif, program latihan dapat disesuaikan dan hasilnya diuji kembali pada pertandingan berikutnya.

“Sebagai pelatih, saya merasa beruntung di Liga Jakarta karena bisa mendesain ulang pola latihan yang tujuannya adalah progres permainan di lapangan. Desain ulang itu hanya bisa dilakukan jika jumlah pertandingan cukup dan berlangsung secara teratur,” ujarnya.

Dari pinggir lapangan, proses tersebut mulai terlihat. Memasuki putaran kedua, instruksi keras pelatih yang sebelumnya kerap terdengar mulai berkurang. Pemain lebih memahami tugasnya, sementara pelatih memiliki ruang untuk mengamati permainan dan membaca perkembangan anak asuhnya.

Bagi para pelatih, inilah pengalaman penting yang ditawarkan Liga Jakarta 2026. Kompetisi tidak hanya menguji kemampuan pemain menghadapi pertandingan, tetapi juga menguji kemampuan pelatih menerapkan ilmu, membaca masalah, mengambil keputusan, dan memperbaiki metode latihan berdasarkan pengalaman langsung di lapangan. Agar kelak jika diberi kesempatan melatih di level yang lebih tinggi, pengalaman langka seperti ini menjadi modal penting dalam membawa timnya mencapai target dan prestasi.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Saat Bencana, Apakah Penyandang Disabilitas Sudah Terlindungi? Pengalaman NTT Akan Bentuk Kebijakan Nasional

KUPANG, TERMINALNEWS.ID Ketika bencana terjadi, akses terhadap informasi, evakuasi, layanan darurat,...

Skor Ketahanan Bencana NTT Meningkat, BPBD Perkuat Konsolidasi Data Lintas Sektor

KUPANG, TERMINALNEWS.ID Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Provinsi Nusa Tenggara Timur...

Cerita Esta Pramanita, Giorgino Abraham dan Antonio Blanco Tentang Sinetron Putri Pewaris Di SCTV

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID Stasiun televisi SCTV yang konsisten dengan program hiburan berkualitas...

Jika Gugatan Dikabulkan MK, Prabowo Siapkan 2 Nama ke MPR: Anies, AHY, atau Puan

JAKARTA, TERMINALNEWS. ID Pernyataan Menko Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril...

- A word from our sponsors -