TERMINALNEWS.ID, BEKASI — Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan tengah menyiapkan buku Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro. Buku tersebut disusun sebagai upaya mendokumentasikan sekaligus merawat jejak sejarah dan warisan intelektual seni wayang orang di Nusantara.
Ketua Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, mengatakan proses penelitian dan penulisan buku dilakukan melalui penelusuran langsung ke sejumlah kantong kesenian wayang orang di Jawa Tengah.
“Lahirnya karya literasi ini merupakan buah dari laku budaya dan kesungguhan tim peneliti dalam merawat ingatan sejarah,” kata Eddie di kediamannya yang ada di bilangan Kranggan, Bekasi, Kamis (1/10/2026).
Menurut Eddie, penelitian berlangsung selama sepekan, pada 21–25 September 2026, dengan menyambangi sejumlah wilayah yang memiliki tradisi wayang orang, antara lain Surakarta, Wonogiri, dan Karanganyar.
Tim peneliti menghimpun berbagai informasi melalui wawancara mendalam serta survei untuk mendalami materi dan kehidupan kesenian wayang orang di wilayah tersebut.
Menelusuri Jejak Para Maestro
Eddie menjelaskan, proses penelitian tidak hanya diarahkan untuk mengumpulkan data, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali hubungan dengan para pelaku dan keluarga tokoh seni wayang orang.
“Perjalanan ini bukan sekadar pencarian data, melainkan sebuah ziarah kultural. Tim peneliti melangkah dengan takzim, mengetuk pintu para tokoh pewayangan serta menemui keluarga para dalang legendaris yang kini telah berpulang,” ujarnya.
Pertemuan dengan para tokoh dan ahli waris tersebut, lanjut Eddie, dilakukan untuk meminta restu atas pemuatan naskah sekaligus mempererat silaturahmi. Tim juga memberikan tanda kasih kepada para ahli waris yang selama ini turut menjaga keberlangsungan tradisi.
Buku Dokumentasi Naskah Wayang Orang Karya Maestro nantinya akan memuat warisan pemikiran serta karya tulis para maestro wayang orang Nusantara. Beberapa nama yang disebut antara lain Ki Asmorohadi, Ki Manteb Soedharsono, Ki Tristuti Rahmadi, dan R. Ng. Undung Wiyono Praja Sasmita.
Melibatkan Akademisi dan Praktisi
Proses riset dan penyusunan buku melibatkan akademisi serta praktisi seni. Undung Wiyono, S.S. dipercaya sebagai Penanggung Jawab Survei dan Penelitian, sementara Eddie Karsito bertindak sebagai Ketua Pelaksana. Adapun Edy Sulistiono, S.Sn. bergabung sebagai Tim Peneliti.
Kegiatan penelitian juga mendapat dukungan tim operasional Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan yang terdiri atas I Gusti Made Ardikabudi, Titik Puji Wiyanti, Disnatalia, Kun Prastowo, dan Edi Sarwono.
Melalui penerbitan buku tersebut, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan berharap berbagai naskah dan pemikiran para maestro wayang orang dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.
“Cintailah budayamu, dan hargai budaya orang lain,” kata Eddie.

