JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Komunitas Sepeda Anak Empat Lima Asli (ASPAL) mengawali tahun 2026 dengan kegiatan gowes bareng di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Minggu (25/1/2026) pagi. Sejumlah pesepeda tampak menikmati suasana pagi sambil bersepeda santai mengelilingi kawasan tersebut.
“Kebetulan tidak hujan, jadi kami manfaatkan untuk gowes bareng,” ujar Mustika Bayu, alumni SMAN 45 Jakarta angkatan 1983, di sela kegiatan.
ASPAL merupakan komunitas sepeda yang beranggotakan alumni SMAN 45 Jakarta dari berbagai angkatan. Komunitas ini terbentuk dari kesamaan hobi bersepeda sekaligus refleksi untuk membangun komunitas yang sehat, positif, dan bebas dari perdebatan yang tidak mendidik.
“Nama komunitas kami Komunitas Sepeda Anak Empat Lima Asli atau ASPAL. Kami kebetulan alumni SMAN 45 Jakarta yang punya kebiasaan bersepeda,” tutur Bramandaru, alumni angkatan 1985 yang akrab disapa Daru.

Menurut Daru, bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga aktivitas yang memberi dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental.
“Dengan bersepeda, seluruh fungsi tubuh berjalan, pikiran lebih jernih, kewaspadaan meningkat, refleks dan pancaindra ikut terlatih. Itu yang membuat bersepeda terasa menyenangkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, ASPAL dibangun sebagai komunitas yang mengedepankan kesehatan fisik, mental, dan rohani.
“Kami tidak ingin terlibat dalam diskusi yang tidak mendidik di komunitas sepeda. Karena itu, kami membangun komunitas yang sehat secara menyeluruh,” imbuh Daru yang juga berprofesi sebagai advokat.
ASPAL juga aktif dalam kegiatan sosial dan kebangsaan. Pada November lalu, komunitas ini terlibat langsung dalam kegiatan Gowes Mengenang Jasa Para Pahlawan, yang mengambil rute dari Kantor Wali Kota Jakarta Utara menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan mendapat dukungan dari Anggota DPRD DKI Jakarta, Tri Waluyo.

Herman Astro, alumni SMAN 45 angkatan 1988, mengajak para pesepeda untuk bergabung dengan komunitas yang sederhana dan fokus pada tujuan utama bersepeda.
“Kami ini komunitas yang enggak neko-neko. Enggak usah ngurusin orang lain, ngurus diri sendiri saja belum tentu benar,” ujarnya.
Ia menegaskan, bersepeda sejatinya bertujuan untuk hidup sehat dan bahagia, sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan.
“Bersepeda bisa menekan emisi karbon karena tidak menggunakan BBM. Dampaknya juga mengurangi subsidi BBM dan kesehatan. Ini bukan soal mencari keuntungan sendiri,” pungkas Astro.


