BerandaNewsEsai & OpiniUbet dan Penebusan 28...

Ubet dan Penebusan 28 Tahun: Saat Merah-Putih Akhirnya Berkibar Lagi di Puncak Asia

OLEH: NABIL M.SALIM

NAGOYA bukan sekadar tuan rumah. Di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis 24 September 2026, tangis 28 tahun pecah. Seorang bocah 19 tahun bernama Moch Zaki Ubaidillah menuntaskan satu smash yang mengakhiri dahaga emas beregu putra Indonesia di Asian Games.

Jika emas itu punya cerita, maka jalannya tidak pernah mudah.

Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia datang ke Aichi-Nagoya 2026 bukan sebagai unggulan utama. Di semifinal, Rabu 23 September, mereka harus tertinggal lebih dulu dari Thailand.

Jonatan Christie, peringkat 1 dunia, tumbang dari Kunlavut Vitidsarn 17-21, 14-21. Thailand memimpin 1-0. Saat itulah karakter tim ini diuji.

9b68a087 c902 4a45 9477 a746efe42a6b

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mengalahkan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-13, 21-19. Alwi Farhan membalikkan keadaan menjadi 2-1 dengan kemenangan 21-15, 21-13 atas Puritat Arree. Dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memastikan tiket final dengan kemenangan 21-15, 21-13 atas Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga. Skor akhir 3-1 untuk Indonesia.

Baca Juga :   Ajang Subuh di Jakarta Lamine Yamal Berperan Bawa Spanyol Juara Dunia

Final melawan China, keesokan harinya, adalah ulangan skenario yang lebih kejam.

Jonatan Christie kembali kalah dari Shi Yu-qi 13-21, 18-21. Fajar / Fikri kalah dramatis dari Liang Wei-keng / Wang Chang 20-22, 21-19, 14-21. Indonesia tertinggal 0-2.

Di titik inilah sejarah hampir terulang. Namun Alwi Farhan menolak menyerah. Ia mengalahkan Li Shi-feng dalam rubber game 23-21, 15-21, 21-16. Nafas kembali ada.

Leo/Daniel menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dengan kemenangan meyakinkan 23-21, 21-10 atas He Ji-ting / Liu Yi.

Semua mata tertuju pada partai kelima. Penentu. Di satu sisi ada Weng Hong-yang, juara bertahan Asian Games Hangzhou. Di sisi lain ada Ubet, panggilan Zaki, 19 tahun.

Baca Juga :   Menlu G7 Peringatkan Risiko Konflik Meluas di Timur Tengah

Game pertama, Ubet menyelamatkan empat game point dan menang 23-21. Game kedua, ia melesat 6-1 sejak awal dan menutup dengan 21-13. Satu smash terakhirnya menuntaskan pertarungan dua game langsung.

Indonesia menang 3-2 atas China. Emas pertama bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2026, dan emas beregu putra pertama setelah 28 tahun sejak Bangkok 1998.

Ini bukan sekadar emas. Ini adalah jawaban dari penantian panjang, tentang bagaimana tim yang sempat diragukan justru menemukan kekuatannya saat terpojok. Dan tentang seorang anak muda yang memikul bendera Merah-Putih di pundaknya tepat di jantung Jepang.

*Nabil M. Salim, Pemerhati olahraga tanah air

7f49d3f6 d237 4b34 b452 b8e54909a8d7
Nabil M Salim

Editor: Tommy R.Arief

Baca Juga :   Ibu Pertiwi Menangis Untuk Kesekian Kalinya

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Thales dan Danantara Jalin Kemitraan Strategis di Bidang AI, Pertahanan, dan Keamanan Siber

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Thales dan Danantara Indonesia resmi menjalin kemitraan strategis...

- A word from our sponsors -