BerandaNewsEsai & OpiniBOROK BARU SUPER LEAGUE:...

BOROK BARU SUPER LEAGUE: Saat Depresi Java United Meledak di Bali

OLEH: Nabil M. Salim

SEPAK BOLA Indonesia lagi-lagi bikin drama di luar lapangan. Laga usiran Persija Jakarta vs Java United di Stadion Dipta, Sabtu 19 September 2026, bukan cuma soal 90 menit, tapi soal borok baru yang menganga: tim yang berangkat dengan beban minus poin, krisis identitas, dan emosi yang meledak-ledak.

Sepak bola Indonesia memang tak pernah kehabisan cerita negatif. Selama regulasi PSSI dan operator kompetisi PT LIB masih lemah dan tidak konsisten, klub akan terus jadi korban dari regulasinya sendiri.

Laga lanjutan BRI Super League 2026/2027 antara Persija Jakarta vs Java United adalah contohnya. Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, laga ini harus jadi partai usiran karena Macan Kemayoran tak bisa memakai GBK.

Baca Juga :   Catatan Yon Moeis: Maya Damayanti, KESEDIHAN DAN KEPEDIHAN DI DANAU SENTANI

Ada dua akar masalah yang membuat laga ini panas sejak sebelum peluit dibunyikan.

1. Start Minus Dua dan Krisis Identitas

Sebelum kompetisi bergulir, operator sudah mengumumkan Java United FC dan Isen Mulang FC terkena hukuman pengurangan poin minus dua (-2).

Di mana-mana, semua tim memulai kompetisi dari nol. Tapi Java United harus start dari -2. Kalah, poin tetap -2. Seri, baru jadi -1.

Sepak bola itu soal PERSEPSI. Dan dalam persepsi mBah Coco, manajemen Java United jelas sedang dalam tekanan berat, bahkan depresi.

Luka pertamanya adalah soal homebase. Pindah dari Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, saat masih bernama Malut United, meninggalkan luka mendalam bagi Laskar Kie Raha.

Baca Juga :   Quo Vadis Salus Populi Suprema Lex Esto "Pesepeda"

Identitas, logo, warna, dan kebanggaan sosial budaya Ternate seolah diperjualbelikan demi kepentingan bisnis saat berganti jubah menjadi Java United FC.

2. Hukuman Dadakan yang Bikin Frustasi

Masalah kedua, PT LIB menjatuhkan hukuman -2 karena keterlambatan pemberitahuan perpindahan homebase dari Gelora Kie Raha ke Stadion Jatidiri Semarang.

Padahal, di Kongres Biasa PSSI pada Senin, 3 Agustus 2026 di Fairmont Hotel, sudah diputuskan: klub kasta tertinggi yang memindahkan homebase seenaknya tanpa izin dan tanpa alasan kuat akan dihukum pengurangan poin.

Dampak psikologisnya jelas. Manajemen yang tertekan akan mudah tersulut emosi. Pemain jadi main kasar, pelatih frustasi, manajer mudah memprovokasi.

Salah satu contohnya adalah insiden yang melibatkan Direktur Teknik Java United FC, Achmad Resal, yang disebut-sebut melontarkan ucapan bernada mengusir kepada pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong: “Kamu di sini hanya pendatang! Ini daerah saya.”

Baca Juga :   Hendri Ch Bangun Wajib Dipertahankan Sebagai Ketua PWI Pusat

Achmad Resal lupa Java United sendiri yang datang dari Ternate ke Semarang juga sejatinya adalah pendatang.

Jika induk organisasinya tidak tegas membangun regulasi yang kuat dan profesional, maka klub-klub di bawahnya akan mudah kehilangan arah.

Selamat menikmati sepak bola rasa Srimulat. Di awal BRI Super League 2026/27 saja sudah muncul borok. Besok-besok, jangan-jangan ada drama kolosal lain yang lebih sulit diatasi PSSI dan LIB.

*Nabil M. Salim, Pemerhati Sepak Bola Indonesia

WhatsApp Image 2026 08 11 at 10.48.38
Nabil m Salim

Editor: Tommy R.Arief

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

George Best Sebut Paul Scholes sebagai Pemain Terbaik Inggris, Soroti Keputusan Pensiun dari Timnas

TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER – Legenda Manchester United, George Best, pernah memberikan pujian...

20 KOPER Rp106 MILIAR: KETIKA TANAH RAKYAT JADI DAGANGAN

OLEH: Dr. Saiful Ahmad KITA SIBUK debat harga rumah yang makin gila....

3 Fitur Mobil Mitsubishi Motors yang Bantu Hemat BBM Saat Perjalanan Jauh

TERMINALNEWS.ID - Musim libur panjang Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk mudik...

Kemen UMKM dan Kemendag Berkolaborasi Perluas Akses Ekspor Produk Lokal Lewat InaExport

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama...

- A word from our sponsors -