TERMINALNEWS.ID, LONDON – Mauricio Pochettino melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kasus pelanggaran aturan yang dilakukan Chelsea. Mantan pelatih Chelsea itu menilai gelar Premier League yang diraih The Blues pada musim 2016/2017 seharusnya diberikan kepada Tottenham Hotspur.
Pochettino pernah menangani Chelsea selama satu musim pada 2023/2024. Ia kemudian meninggalkan klub melalui kesepakatan bersama setelah hanya membawa Chelsea finis di posisi keenam.
Namun, kiprah Pochettino yang paling berkesan di Inggris terjadi saat menangani Tottenham Hotspur. Ia membawa Spurs finis di posisi kedua secara beruntun pada musim 2015/2016 dan 2016/2017.
Pada musim 2016/2017, Tottenham mengoleksi 86 poin. Mereka menjadi runner-up di bawah Chelsea yang saat itu ditangani Antonio Conte. Chelsea keluar sebagai juara dengan keunggulan tujuh poin.
Pochettino Soroti Pelanggaran Chelsea
Hampir satu dekade setelah persaingan tersebut, Pochettino kembali menyinggung perebutan gelar itu setelah Chelsea mendapat hukuman atas pelanggaran sejumlah aturan kompetisi.
Pada Maret, Chelsea dijatuhi denda £10,75 juta, atau sekitar Rp248 miliar dengan asumsi kurs £1 = Rp23.100.

Besaran denda tersebut sebenarnya mencapai £20 juta atau sekitar Rp462 miliar. Namun, hukuman dikurangi 50 persen setelah pemilik Chelsea, Todd Boehly dan Clearlake Capital, secara proaktif melaporkan sendiri 74 pelanggaran aturan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang terjadi ketika mereka mengambil alih klub pada 2022.
Chelsea juga sempat menghadapi kemungkinan pengurangan enam poin. Namun, hukuman tersebut tidak diberlakukan setelah proses banding.
Dalam kasus tersebut, Chelsea mengakui adanya pembayaran rahasia senilai £47 juta atau sekitar Rp1,09 triliun kepada agen yang tidak terdaftar dan pihak ketiga terkait sejumlah transfer yang berlangsung antara 2011 hingga 2018.
Nama-nama pemain seperti Eden Hazard, Samuel Eto’o, Willian, Ramires, David Luiz, Andre Schurrle, dan Nemanja Matic tercantum dalam laporan Premier League. Beberapa di antara mereka merupakan bagian dari skuad Chelsea saat menjuarai Premier League.
Meski demikian, tidak satu pun pemain tersebut dituduh melakukan pelanggaran atau terlibat dalam kesalahan tersebut.
Pochettino Klaim Tottenham Seharusnya Juara
Dalam wawancara dengan sejumlah media Inggris, termasuk BBC, Pochettino secara terang-terangan menyatakan Tottenham semestinya mendapatkan gelar Premier League 2016/2017.
“Kami seharusnya memenangkan satu gelar Premier League. Kami seharusnya dianugerahi gelar itu. Mereka dihukum, mereka mengakuinya, lalu selesai begitu saja? Gelar seharusnya diberikan kepada tim yang berada di posisi kedua,” kata Pochettino.
Menurut Pochettino, Tottenham dan Chelsea tidak memulai musim dengan kondisi yang sama apabila pelanggaran tersebut memang telah terjadi sebelum periode kompetisi.
Ia bahkan berandai-andai Tottenham bisa saja mendatangkan pemain berbeda jika mengetahui kondisi sebenarnya.
“Mungkin dengan aturan yang sama, jika kami menerapkan hal yang sama, kami bisa saja merekrut beberapa pemain yang membuat tim menjadi lebih baik atau mencetak lebih banyak gol,” ujarnya.
Pochettino menegaskan pernyataannya bukan sekadar keluhan pribadi.
“Ini bukan saya mengeluh. Ini adalah kenyataan. Jika mereka mengakui telah melanggar aturan, gelar Premier League seharusnya menjadi milik tim terbaik kedua,” katanya.
Menariknya, Pochettino mengaku sadar pernyataannya berpotensi membuat pendukung Chelsea kecewa. Namun, ia tetap memilih mengungkapkan pandangannya.
“Saya tidak takut mengatakan kebenaran. Para penggemar Chelsea akan kecewa kepada saya karena mengatakan ini. Tetapi jika kami berada di Tottenham dan melanggar aturan, saya akan mengakui hal yang sama,” tutur Pochettino.
Chelsea Juga Mendapat Larangan Transfer
Selain denda, Chelsea juga mendapatkan hukuman tambahan berupa larangan transfer.
Salah satu larangan selama satu tahun ditangguhkan selama dua tahun. Chelsea juga dikenai larangan selama sembilan bulan untuk merekrut pemain akademi.
Hukuman tersebut berkaitan dengan pendaftaran pemain akademi pada periode 2019 hingga 2022. Chelsea juga harus membayar denda tambahan sebesar £750.000 atau sekitar Rp17,3 miliar.
Meski menjatuhkan hukuman, Premier League mengakui adanya “kerja sama luar biasa” dari Chelsea serta langkah proaktif klub dalam melaporkan pelanggaran tersebut.
Saat ini, Pochettino tidak lagi menangani klub Premier League. Pelatih asal Argentina itu dipercaya menjadi pelatih tim nasional Amerika Serikat dan memimpin mereka menghadapi Piala Dunia yang digelar di kandang sendiri.

