TERMINALNEWS.ID, LONDON – Trevor Rees-Jones menjadi satu-satunya orang yang selamat dalam kecelakaan maut yang merenggut nyawa Putri Diana, Dodi Fayed, dan pengemudi Henri Paul di Paris pada 31 Agustus 1997. Peristiwa tragis tersebut hingga kini masih menjadi salah satu kejadian paling dikenang dalam sejarah keluarga kerajaan Inggris.
Malam sebelum kecelakaan, Rees-Jones mendampingi Diana dan Dodi setelah keduanya makan malam di restoran L’Espadon, Ritz Paris. Mereka kemudian meninggalkan hotel untuk menuju apartemen Dodi. Namun, perjalanan itu berakhir tragis ketika Mercedes yang dikemudikan Henri Paul menabrak tiang beton di terowongan Pont de l’Alma saat berusaha menghindari kejaran paparazzi.
Dodi dan Henri Paul meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, Diana dan Rees-Jones mengalami luka parah. Diana kemudian dinyatakan meninggal sekitar pukul 04.00 di Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière.

Bukan pengawal pribadi Putri Diana
Meski selama ini dikenal luas sebagai pengawal Diana, Rees-Jones sebenarnya bekerja untuk keluarga Fayed, bukan secara langsung untuk sang putri. Setelah berpisah dari Pangeran Charles, Diana memilih tidak lagi menggunakan perlindungan resmi kepolisian. Ketika menjalin hubungan dengan Dodi, perlindungan mereka berada di bawah tim keamanan keluarga Fayed.
Rees-Jones pertama kali bertemu Diana pada Juli 1997 ketika sang putri berlibur bersama William dan Harry di kapal pesiar keluarga Fayed, Jonikal. Ia ditugaskan menjaga Dodi, sehingga Diana otomatis berada dalam lingkup perlindungannya ketika bersama Dodi.
Menurut Rees-Jones, salah satu persoalan dalam menjalankan tugasnya adalah minimnya informasi dari Dodi mengenai rencana perjalanan. Kondisi tersebut membuat tim keamanan kesulitan mempersiapkan pengamanan secara maksimal.
Detik-detik sebelum kecelakaan
Pada malam kejadian, Diana dan Dodi awalnya berencana makan di Chez Benoit. Namun, rencana tersebut berubah setelah mengetahui banyak paparazzi menunggu di sekitar restoran.
Keduanya kemudian memilih makan malam di Ritz Paris. Sementara itu, Rees-Jones dan pengawal lainnya, Kez Wingfield, menyiapkan rencana untuk membawa Diana dan Dodi keluar melalui pintu depan dengan iring-iringan dua mobil.

Rencana tersebut kembali berubah. Henri Paul kemudian mengatakan bahwa mereka akan keluar melalui bagian belakang hotel hanya dengan satu mobil, sedangkan dua mobil lain digunakan untuk mengalihkan perhatian paparazzi. Rees-Jones tetap bersikeras bahwa seorang pengawal harus ikut dalam kendaraan tersebut.
Sekitar pukul 00.17 pada 31 Agustus 1997, Mercedes yang dikemudikan Paul meninggalkan Ritz. Diana dan Dodi berada di kursi belakang, sedangkan Rees-Jones duduk di kursi penumpang depan. Namun, upaya menghindari paparazzi gagal karena sebuah mobil kecil dan sejumlah fotografer yang menggunakan sepeda motor mengikuti mereka.
Sekitar 15 menit kemudian, mobil memasuki terowongan Pont de l’Alma dan mengalami kecelakaan. Benturan keras membuat Dodi dan Paul tewas seketika, sementara Diana dan Rees-Jones mengalami cedera serius.
Wajah Rees-Jones harus direkonstruksi
Rees-Jones mengalami cedera parah pada bagian kepala dan dada. Benturan membuat wajahnya mengalami kerusakan yang sangat serius. Dokter yang merawatnya bahkan menggambarkan kondisi tersebut sebagai salah satu kasus dengan jumlah patah tulang terbanyak yang pernah ia lihat pada pasien yang masih hidup.
Ia menjalani operasi selama 11 jam untuk merekonstruksi wajahnya. Para dokter bahkan menggunakan foto pernikahannya sebagai referensi untuk mengembalikan bentuk wajah. Lebih dari 30 sekrup dan pelat logam digunakan dalam proses rekonstruksi tersebut.
Setelah menjalani perawatan selama beberapa pekan, Rees-Jones akhirnya meninggalkan rumah sakit sebagai satu-satunya korban yang selamat dari kecelakaan maut tersebut.
Sempat diterpa teori konspirasi
Kecelakaan tersebut kemudian melahirkan berbagai teori konspirasi. Mohamed Al-Fayed, ayah Dodi, meyakini kematian putranya dan Diana bukan kecelakaan. Ia menuduh adanya keterlibatan MI6 dan bahkan menyebut Rees-Jones turut terlibat dalam dugaan penutupan fakta.
Rees-Jones membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia bahkan menerbitkan memoar berjudul The Bodyguard’s Story pada 2000 untuk menceritakan versinya mengenai peristiwa tersebut.
Penyelidikan resmi melalui Operation Paget pada 2004 kemudian menyatakan Rees-Jones tidak melakukan kesalahan dan menyimpulkan kecelakaan itu sebagai sebuah tragedi, bukan hasil konspirasi.
Tetap bekerja di bidang keamanan
Setelah enam bulan menjalani pemulihan, Rees-Jones sempat kembali bekerja untuk keluarga Fayed. Namun, pada April 1998 ia mengundurkan diri dari pekerjaannya atas saran pengacara.

Ia kemudian melanjutkan karier di bidang keamanan dan pernah memegang posisi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Halliburton, serta AstraZeneca. Dalam kehidupan pribadinya, Rees-Jones menikah kembali dengan seorang guru bernama Ann Scott pada 2003 dan dilaporkan tinggal di Inggris bersama istri serta anak-anaknya.
Lebih dari dua dekade setelah tragedi tersebut, Trevor Rees-Jones tetap menjadi sosok penting dalam kisah kecelakaan yang mengakhiri kehidupan Putri Diana. Sebagai satu-satunya penyintas, ia membawa luka fisik sekaligus kenangan tentang malam tragis yang mengubah sejarah keluarga kerajaan Inggris.

