BerandaNewsNasionalSusuri Kanal dengan Sampan,...

Susuri Kanal dengan Sampan, Tim Mabes TNI Cek Karhutla di Lahan Gambut Bengkalis

TERMINALNEWS.ID, BENGKALIS – Medan berat tidak menghalangi Tim Penyuluh Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI untuk memastikan kondisi kebakaran di Jalan Tegar, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Untuk mencapai lokasi, tim bahkan harus menggunakan sampan milik warga menyusuri kanal pada Sabtu (29/8/2026). Akses darat yang terbatas dan karakter lahan gambut membuat perjalanan menuju titik kebakaran tidak bisa ditempuh dengan kendaraan.

Tim dipimpin Staf Khusus KSAL sekaligus Ketua Tim Penyuluh, Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi. Ia didampingi Kolonel Tek. I Wayan Joni Nugraha dan Mayor Inf. Sugianto.

Setibanya di kawasan Kanal Atiam, RT005/RW017, yang masuk wilayah teritorial Kodim 0303/Bengkalis, rombongan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Didampingi Danramil 03/Mandau Kapten Czi. Suratmin, mereka menembus hamparan gambut untuk mencapai lokasi kebakaran yang cukup jauh dari permukiman.

Baca Juga :   Komnas Perempuan Apresiasi Pembentukan Direktorat PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Desy Andriani Ditunjuk Sebagai Direktur

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi lahan pascakebakaran sekaligus memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali menyala.

1d9b1c30 54a9 44bc 996f 1c7b631fb635
Susuri Kanal dengan Sampan, Tim Mabes TNI Cek Karhutla di Lahan Gambut Bengkalis

“Hari ini kami terjun langsung ke lokasi kebakaran untuk memastikan kondisi nyata di lapangan. Api telah padam, hanya terdapat satu atau dua titik kecil yang masih mengeluarkan asap. Itu langsung kami padamkan agar tidak meluas,” kata Pardosi.

Gambut Tetap Menyimpan Risiko

Hasil pengecekan menunjukkan lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut yang telah ditanami kelapa sawit. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri lantaran kebakaran di lahan gambut tidak selalu benar-benar selesai ketika api di permukaan telah padam.

Bara dapat bertahan di bawah permukaan gambut dan sewaktu-waktu kembali memunculkan asap maupun api. Karena itu, pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran dapat segera ditangani.

Baca Juga :   Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim,Mohon Maaf Jakarta Muharram Festival 2025 Batal dilaksanakan

Pardosi meminta masyarakat, khususnya pemilik lahan dan kebun sawit di sekitar kawasan tersebut, tidak mengabaikan sekecil apa pun tanda kebakaran.

“Kami harap masyarakat setempat, terlebih bagi mereka yang mempunyai lahan atau kebun sawit di dalam kawasan tersebut, untuk tidak cuek. Kalau ada kejadian kebakaran, tolong cepat dilaporkan agar dapat segera dipadamkan,” ujarnya.

Menurutnya, kecepatan laporan masyarakat sangat menentukan dalam penanganan Karhutla. Kebakaran yang masih kecil akan lebih mudah dikendalikan sebelum menjalar ke area yang lebih luas.

Larangan Membuka Lahan dengan Membakar

Selain meminta masyarakat aktif melaporkan kejadian kebakaran, Pardosi kembali mengingatkan agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.

Pembakaran sampah, semak maupun vegetasi di atas lahan gambut berisiko memicu api yang sulit dikendalikan. Jika api merembet dan menyebabkan kebakaran meluas, tindakan hukum dapat diberlakukan kepada pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga :   BNI Java Jazz Festival 2024 Sukses Dorong Transaksi Digital BNI

“Yang paling penting, jangan buka lahan dengan membakar sampah, semak atau vegetasi liar di atasnya. Bila kedapatan dan akhirnya menyebabkan bencana kebakaran yang meluas, pelakunya akan ditindak sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak berhenti pada pemadaman api. Pencegahan, pemantauan pascakebakaran dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah api kembali muncul.

Di tengah sulitnya medan menuju lokasi, sinergi antara tim Mabes TNI, aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi salah satu upaya menjaga kawasan gambut Bengkalis dari ancaman kebakaran. Sebab, di lahan gambut, titik api yang terlihat kecil pun tetap menyimpan potensi menjadi kebakaran besar.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Brigjen TNI dr. Jonny Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran UNAIR dengan IPK 4,00

TERMINALNEWS.ID, SURABAYA — Perjalanan akademik Brigjen TNI dr. Jonny dalam menempuh...

Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, Ajie Kurniawan Bawa Semangat Kemerdekaan hingga Perbatasan

TEMAJUK — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia...

Nisa Farella Rilis Single ‘Tetep Kowe’, Usung Hiphop Dangdut dan Rap Jawa

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Penyanyi dangdut Nisa Farella kembali menyapa penikmat musik...

PinkDice Bahas Cinta yang Jadi Sahabat di Single Kedua ‘You’re The Only One’

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Girl group Indonesia beraliran K-pop, PinkDice kembali melanjutkan...

- A word from our sponsors -