TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Aktivitas bersepeda dinilai tak lagi sekadar pilihan untuk berolahraga, tetapi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus solusi transportasi perkotaan. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong memperkuat kebijakan yang mendukung masyarakat menggunakan sepeda dalam aktivitas sehari-hari.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Tri Waluyo saat mengikuti Gowes Kemerdekaan yang digelar Komunitas Gowes Sahabat Tri Waluyo, Minggu (16/8/2026).
Mengusung semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan gowes tersebut mengambil rute dari Kota Tua menuju Tugu Proklamasi. Sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan yang memadukan olahraga, silaturahmi, dan kampanye hidup sehat.

Menurut Tri, kegiatan bersepeda bersama seperti itu bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat Ibu Kota.
“Tujuannya agar Jakarta ini membudayakan gaya hidup sehat dengan bersepeda,” kata Tri.
Ia menilai dukungan pemerintah menjadi penting agar sepeda tidak hanya digunakan untuk kegiatan olahraga atau komunitas, tetapi juga semakin diminati sebagai moda transportasi alternatif.

Salah satu langkah yang menurutnya perlu diperkuat adalah penyediaan sekaligus penataan jalur khusus sepeda. Tri meminta jalur yang sudah tersedia tidak hanya dibangun, tetapi juga dijaga agar benar-benar dapat digunakan sesuai peruntukannya.
Pasalnya, ia masih menemukan jalur sepeda yang justru digunakan untuk aktivitas lain, mulai dari parkir liar hingga dilintasi sepeda motor.
“Masih banyak ditemukan jalur sepeda yang digunakan untuk parkir liar maupun dilintasi sepeda motor,” ujarnya.
Insentif bagi Pengguna Sepeda
Tak berhenti pada pembangunan infrastruktur, Tri juga mendorong Pemprov DKI mengkaji skema insentif bagi warga yang memilih sepeda untuk menunjang mobilitas mereka.

Menurut dia, semakin banyak warga beralih menggunakan sepeda akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
“Dengan adanya masyarakat bersepeda, mengurangi polusi di Jakarta, hemat BBM dan hemat subsidi transportasi Jakarta,” tutur Tri.
Tri, yang juga menjabat Ketua DPC PKB Jakarta Utara, melihat gerakan bersepeda sebagai upaya sederhana yang dapat memberikan manfaat lebih luas jika dilakukan secara konsisten dan didukung kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Gowes Kemerdekaan, Bramandaru, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari masyarakat umum dan sejumlah komunitas sepeda.
Beberapa komunitas yang ikut meramaikan kegiatan tersebut antara lain Aspal Godidem, Magos, Rumiyin, Gaseik, SGI, FCC, GTG, Gowes Santun Danau Sunter, Ngaprak, serta Sahabat TW.
Menariknya, agenda gowes tersebut tidak hanya berisi aktivitas bersepeda. Sebelum memulai perjalanan, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Jakarta Utara dan Puskesmas Penjaringan.
“Sebelum gowes, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan melalui kerja sama Dinas Kesehatan Jakarta Utara dan Puskesmas Penjaringan,” kata Bramandaru.
“Terbentuknya komunitas Gowes Sahabat Tri Waluyo berawal dari kesamaan minat terhadap olahraga bersepeda. Dari hobi tersebut, komunitas kemudian diarahkan untuk ikut mengampanyekan pola hidup sehat di Jakarta,” papar Bramandaru.
“Kami hobi sepeda dan Bapak Tri juga hobi, maka jadilah komunitas ini untuk bersama-sama mewujudkan budaya sehat di Jakarta,” pungkasnya.

