TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Penyanyi sekaligus penulis lagu Marizka Juwita kembali menyapa penikmat musik Tanah Air lewat single terbaru bertajuk “Nekat”. Lagu ini menjadi penanda kembalinya Marizka ke panggung musik setelah lebih dari satu tahun terakhir lebih banyak beraktivitas di balik layar sebagai songwriter.
Lewat “Nekat”, Marizka mengangkat kisah personal tentang cinta, perbedaan, perpisahan, hingga keberanian untuk mengikhlaskan seseorang yang masih dicintai.
Lagu tersebut terinspirasi dari kisah nyata sepasang kekasih yang telah menjalani hubungan selama bertahun-tahun. Meski masih memiliki rasa sayang yang kuat, hubungan mereka akhirnya harus berakhir lantaran adanya perbedaan mendasar yang membuat keduanya sulit melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Menariknya, perpisahan dalam kisah “Nekat” bukan disebabkan oleh hilangnya perasaan. Justru, keputusan untuk berpisah lahir dari kesadaran bahwa mencintai seseorang terkadang berarti memberikan ruang bagi masing-masing untuk menjalani jalan hidupnya.
Sempat muncul keinginan untuk kembali bersama, tetapi keadaan tak kunjung berubah. Pada akhirnya, keduanya memilih untuk “nekat” melepaskan hubungan dan belajar menerima kenyataan.
“Mencintai tak selalu berarti memiliki. Kadang melepaskan justru bentuk cinta yang paling berani,” ujar Marizka Juwita mengenai makna personal di balik single “Nekat”.
Usung Pop R&B Bernuansa 90-an
Dari sisi musikalitas, “Nekat” menawarkan warna Pop R&B bernuansa 90-an. Aransemen lagu dibuat groovy, namun tetap mempertahankan atmosfer hangat dan organik.
Nuansa tersebut berpadu dengan lirik yang sederhana, unik, dan personal. Marizka berusaha menerjemahkan berbagai emosi yang muncul setelah sebuah perpisahan, mulai dari rasa rapuh dan hampa hingga keberanian untuk kembali melangkah.
Proses produksi “Nekat” dikerjakan selama kurang lebih dua bulan. Dalam penggarapannya, Marizka berkolaborasi dengan Adis Putra yang bertindak sebagai produser.
Kolaborasi tersebut melahirkan komposisi dengan sentuhan melodi nostalgik yang tetap dikemas sesuai karakter musik masa kini. Bagi Marizka, lagu ini juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan tentang penerimaan diri dan self-love setelah melewati sebuah kehilangan.
Tetap Produktif di Balik Layar
Meski selama sekitar satu tahun terakhir tidak banyak merilis karya personal, Marizka justru tetap produktif dalam mengembangkan kariernya sebagai penulis lagu.
Ia memperkuat kemampuan musical storytelling melalui keterlibatan dalam sejumlah karya untuk musisi dan proyek musik di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah lagu “Merasa Cinta” yang dibawakan Krisdayanti, serta “Emosi Membelah Nadi” milik Sondang Pratama, yang menjadi original soundtrack serial My Chef in Crime.
Selain aktif sebagai songwriter, Marizka juga turut membangun ekosistem komunitas musik melalui berbagai kegiatan live music dan program podcast berkala bersama Playtune.
Pengalaman bekerja di balik layar tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kreatif Marizka. Berbagai proses itu kemudian membawanya kembali untuk menyuarakan cerita personal melalui “Nekat”.
Jadi Gerbang Menuju EP
Kembalinya Marizka lewat “Nekat” bukan sekadar menandai kehadirannya kembali sebagai solois. Single ini juga menjadi langkah awal menuju proyek musik yang lebih besar berupa EP atau mini album.
Marizka bahkan membocorkan bahwa proyek mendatang tersebut akan menghadirkan kolaborasi spesial bersama salah satu musisi ternama Tanah Air.
Melalui “Nekat”, Marizka Juwita membuka babak baru dalam perjalanan bermusiknya. Lagu ini membawa pesan yang sederhana, tetapi dekat dengan pengalaman banyak orang: tidak semua kisah cinta harus berakhir dengan memiliki.
Sebab, dalam situasi tertentu, keberanian terbesar dalam mencintai justru bukan mempertahankan, melainkan berani melepaskan, menerima kenyataan, dan belajar mengikhlaskan.

