TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pelatih Tim Nasional Basket 3×3 Putri Indonesia, Deny Sartika, terus melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tim setelah tampil pada dua seri terakhir FIBA 3×3 Women’s Series 2026, yakni di Batam dan Tokyo. Evaluasi difokuskan pada peningkatan kondisi fisik pemain sebagai bekal menghadapi Singapore Series sekaligus persiapan menuju Asian Games 2026.
Menurut Deny, hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketahanan fisik masih menjadi pekerjaan rumah utama. Ia menilai para pemain belum mampu mempertahankan performa secara konsisten sepanjang pertandingan yang berlangsung selama 10 menit.
“Kami selalu melakukan evaluasi setelah pertandingan. Perbaikan terus dilakukan. Kami menilai bahwa ketahanan fisik pemain menjadi perhatian utama kami dalam melakukan pembenahan,” ujar Deny.
Untuk meningkatkan daya tahan para pemain, tim pelatih telah menyusun program latihan dengan intensitas yang lebih tinggi sejak kepulangan dari seri Tokyo. Selain itu, Timnas juga akan menjalani laga uji coba menghadapi tim putra usia mahasiswa guna memberikan tekanan permainan yang lebih besar.

Dalam pertandingan uji coba tersebut, para pemain akan bermain selama dua babak masing-masing 10 menit. Skema ini diharapkan mampu membiasakan pemain menjaga intensitas permainan hingga akhir laga.
“Selama ini para pemain belum bisa konsisten bermain sampai menit akhir pertandingan. Fisik mereka mengalami penurunan ketika memasuki pertengahan pertandingan,” jelasnya.
Selain aspek fisik, Deny juga menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi sejak awal pertandingan. Ia tidak ingin kesalahan yang terjadi saat menghadapi Lion City pada seri Tokyo kembali terulang.
“Saat melawan Lion City di Tokyo, pemain kami kecolongan di awal pertandingan dan itu berpengaruh terhadap jalannya laga. Situasi seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Karena itu kami menekankan pentingnya menjaga konsentrasi,” katanya.
Dalam setiap sesi latihan, tim pelatih juga memperkuat materi pertahanan dan penyerangan agar para pemain mampu langsung tampil optimal sejak tip-off. Menurut Deny, kemampuan membaca situasi pertandingan dan mengambil keputusan dengan cepat menjadi kunci untuk menjaga konsistensi permainan.

Persiapan yang dilakukan merupakan bagian dari target besar Timnas Basket 3×3 Putri Indonesia untuk tampil kompetitif pada Asian Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21–25 September 2026.
Sebelum tampil di ajang multievent tersebut, Indonesia akan lebih dulu mengikuti Singapore Series yang digelar pada 13–14 Agustus 2026. DPP PERBASI kembali mempercayakan empat pemain yang sebelumnya tampil di Batam dan Tokyo, yakni Diva Intan Nur Fadillah, Lidwina Ruth Saputri, Tasya Hery Saputera, dan Ayu Sriartha Dewi.
Pada Singapore Series, Indonesia akan memulai perjuangan dari Babak Kualifikasi Grup A bersama tim Madagaskar dan wakil tuan rumah, Lion City.
Laga melawan Lion City diprediksi menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan. Pasalnya, Indonesia sebelumnya harus mengakui keunggulan tim tersebut dengan skor 16-20 pada seri Tokyo. Tim Lion City sendiri diperkuat sejumlah pemain yang juga akan tampil di Asian Games 2026 dan tergabung satu grup dengan Indonesia bersama Korea Selatan dan Thailand.
Deny menegaskan timnya telah melakukan evaluasi mendalam terhadap permainan Lion City dan optimistis anak asuhnya kini berada dalam kondisi yang lebih siap.
“Kami sudah melakukan berbagai persiapan sebelum menghadapi Lion City di Tokyo, termasuk mempelajari pergerakan dan kelebihan setiap pemain mereka. Saat itu hasilnya belum sesuai harapan, tetapi sekarang kami datang dengan persiapan yang lebih matang dan siap membalas kekalahan tersebut,” tegas Deny.

