TERMINALNEWS.ID, BOGOR – Program pelatihan puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa Merah Putih mulai menuai sorotan. Meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 triliun untuk membekali para peserta, kepastian penempatan mereka setelah pelatihan dinilai masih belum jelas.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi pemborosan anggaran negara sekaligus ketidakpastian nasib ribuan lulusan yang telah dipersiapkan untuk mengelola koperasi di berbagai daerah.
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, menilai investasi pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan langkah yang baik. Namun, ia mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam menyediakan tempat kerja bagi para calon manajer tersebut.
“Negara sudah mengeluarkan anggaran sekitar Rp1,064 triliun untuk melatih hampir 34.000 calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Menurut saya, melatih SDM itu bagus, tidak ada yang salah. Tapi yang membuat saya penasaran, mereka nanti akan bekerja di mana? Karena sampai saat ini penempatannya masih belum jelas,” ujar Darmadi kepada wartawan, Selasa (5/8).
Menurut Darmadi, pemerintah seharusnya memastikan kesiapan koperasi yang akan menjadi tempat bekerja para lulusan sebelum seluruh proses pelatihan diselesaikan. Ia mengingatkan agar anggaran yang telah dikeluarkan tidak berujung sia-sia akibat belum siapnya infrastruktur atau unit kerja yang akan menampung para tenaga terlatih tersebut.
“Kalau memang tempat kerjanya belum siap, kenapa pelatihannya diselesaikan dulu? Hal ini menjadi catatan karena anggarannya tidak kecil, yaitu lebih dari Rp1 triliun,” katanya.
Darmadi juga mengungkapkan, berdasarkan data yang ia peroleh, hingga saat ini baru sekitar 1.021 Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan hampir 34.000 calon manajer yang telah mengikuti pelatihan.
“Dari data yang ada, koperasi yang sudah beroperasi itu sekitar 1.021 unit. Ini yang membuat banyak orang bertanya-tanya. Jangan-jangan yang baru siap justru tenaga kerjanya, sementara tempat kerjanya belum siap,” pungkasnya. (len)

