BerandaSportSoccerPiala Dunia 2030 Terancam,...

Piala Dunia 2030 Terancam, Spanyol dan Portugal Dikabarkan Siap Mundur sebagai Tuan Rumah jika FIFA Privatisasi Turnamen

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk membuka investasi swasta pada bisnis komersial Piala Dunia memicu gelombang penolakan dari berbagai konfederasi sepak bola dunia.

Bahkan, Spanyol dan Portugal dilaporkan siap membatalkan status mereka sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 apabila rencana tersebut tetap dilanjutkan.

Kontroversi bermula setelah Infantino mengumumkan pembentukan anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Melalui perusahaan ini, FIFA berencana menawarkan kepemilikan saham minoritas kepada investor swasta pada unit bisnis yang mengelola hak komersial dan penyelenggaraan berbagai ajang FIFA.

Nilai FFE diperkirakan mencapai sekitar £15 miliar, atau setara sekitar Rp332 triliun (kurs sekitar Rp22.150 per pound sterling). FIFA disebut menargetkan penghimpunan dana lebih dari 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp326 triliun (kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS), melalui investasi swasta tersebut.

Baca Juga :   Indonesia Luncurkan Dua FIFA Arena, Erick Thohir: Bukti Kepercayaan Dunia

Perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Thrive Capital, yang dimiliki Joshua Kushner—saudara ipar Donald Trump—disebut akan memimpin kelompok investor yang berminat menanamkan modal di FFE.

Sebagai bagian dari upaya mendapatkan dukungan, Infantino juga dikabarkan menjanjikan pembayaran sebesar £30 juta kepada setiap anggota FIFA yang menyetujui proposal tersebut sebelum 19 September. Nilai tersebut setara sekitar Rp664,5 miliar.

Penolakan Meluas

Rencana tersebut mendapat tentangan keras dari berbagai pihak. UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya menolak proposal tersebut dan mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila privatisasi tetap dilaksanakan.

Penolakan juga datang dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Dengan bergabungnya kedua konfederasi tersebut, jumlah asosiasi yang menolak disebut telah melampaui 100 federasi anggota FIFA.

Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah penasihat seniornya, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri. Dalam pernyataannya, Cordeiro menyebut proposal tersebut sebagai “kesepakatan yang buruk bagi sepak bola”, menunjukkan bahwa bahkan orang dekat Presiden FIFA pun tidak mendukung kebijakan tersebut.

Baca Juga :   Sir Alex Ferguson 'Kasih Jempol' Denis Irwin sebagai Pemain Paling Konsisten di Manchester United

Status Piala Dunia 2030 Dipertanyakan

Piala Dunia 2030 saat ini dijadwalkan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan pertandingan pembuka juga dimainkan di Argentina, Paraguay, dan Uruguay sebagai bagian dari peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.

Selain isu privatisasi, FIFA juga tengah mendorong perluasan jumlah peserta menjadi 64 tim pada edisi 2030, setelah sebelumnya meningkatkan jumlah peserta menjadi 48 tim mulai Piala Dunia tahun ini.

Namun, laporan media Spanyol El Español menyebut penyelenggaraan Piala Dunia 2030 kini berada dalam kondisi “terancam serius” akibat polemik tersebut.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menegaskan sikap organisasinya dengan menyatakan bahwa tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan mengikuti kompetisi FIFA selama proposal privatisasi masih diberlakukan.

Baca Juga :   Mikel Arteta Catat Rekor Spesial Usai Arsenal Tahan Imbang Manchester City

Dengan mengikuti sikap UEFA, Spanyol dan Portugal berpotensi tidak hanya menolak tampil, tetapi juga membatalkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 apabila FIFA tetap menjalankan rencana tersebut.

Maroko Belum Menentukan Sikap

Berbeda dengan Spanyol dan Portugal, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) belum menyatakan penolakan secara tegas. Organisasi tersebut memilih menggelar pertemuan internal pekan depan untuk meninjau dan mengevaluasi usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise.

Sikap CAF yang masih membuka ruang pembahasan membuat posisi Maroko sebagai salah satu tuan rumah belum sepenuhnya sejalan dengan Spanyol dan Portugal. Perbedaan pandangan ini dinilai semakin memperbesar ketidakpastian terhadap kelangsungan penyelenggaraan Piala Dunia 2030 apabila polemik mengenai privatisasi FIFA tidak segera menemukan solusi.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Manchester United dan Liverpool Bakal Rebutan Francisco Conceicao, Pemain Juventus

TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER – Manchester United dan Liverpool dikabarkan kembali terlibat persaingan di...

Bruno Guimaraes Diakui Eddie Howe Berpeluang Gabung Arsenal

TERMINALNEWS.ID, LONDON - Gelandang Newcastle United, Bruno Guimarães, menyampaikan pesan perpisahan...

Pertamina Turunkan Harga Pertamax per 1 Agustus 2026

Laporan wartawan Terminalnews.id/Mulkani TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Penyesuaian harga berkala Bahan Bakar Minyak...

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Terus Perkuat Pengembangan Ekosistem Koperasi di Papua

TERMINALNEWS.ID, JAYAPURA – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperkuat...

- A word from our sponsors -