TERMINALNEWS.ID, WASHINGTON — Hubungan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan.
Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, mengirim surat resmi yang meminta Infantino memberikan keterangan di hadapan Komite Kehakiman DPR terkait dugaan kedekatannya dengan pemerintahan Trump.
Dalam surat yang dipublikasikan melalui siaran pers resmi, Raskin meminta Infantino hadir di hadapan komite serta menyerahkan sejumlah dokumen paling lambat 9 Agustus 2026. Permintaan itu mencakup lima kategori dokumen yang dinilai berkaitan dengan hubungan FIFA dan pemerintahan Trump.
Salah satu permintaan tersebut adalah daftar seluruh bentuk pemberian bernilai, termasuk uang, hadiah, penghargaan, maupun penampilan publik yang diberikan FIFA kepada Trump, anggota pemerintahannya, keluarga mereka, atau entitas yang berafiliasi seperti Trump Organization.
Raskin juga meminta seluruh catatan kunjungan ke kantor FIFA di Miami dan New York selama masa sewa kantor tersebut, serta seluruh dokumen dan komunikasi sejak 2024 antara FIFA dengan pejabat pemerintah AS atau pihak yang terlibat dalam masa transisi pemerintahan 2024–2025 mengenai persoalan yang sedang dipertimbangkan oleh Departemen Kehakiman maupun lembaga federal lainnya.
Sorotan terhadap hubungan Infantino dan Trump menguat sejak menjelang Piala Dunia 2026. Keduanya diketahui menjalin hubungan dekat, termasuk ketika Infantino menyerahkan FIFA Peace Prize kepada Trump pada acara pengundian grup Piala Dunia pada Desember lalu.
Penghargaan yang pertama kali diperkenalkan FIFA itu menuai kontroversi dan kembali diperdebatkan setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke Iran beberapa bulan kemudian.
Kontroversi lain muncul ketika FIFA memutuskan menangguhkan hukuman kartu merah penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, sehingga ia tetap bisa tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia.
Trump secara terbuka mengakui telah menghubungi Infantino untuk menanyakan kemungkinan banding atas hukuman Balogun. Sejumlah laporan media juga menyebut anggota pemerintahan Trump membantu Federasi Sepak Bola Amerika Serikat dalam menyusun proses banding tersebut.
Infantino membantah adanya campur tangan politik. Ia menegaskan keputusan mengenai sanksi Balogun sepenuhnya berada di tangan komite disiplin yang independen dari FIFA.
Belakangan, media AS juga melaporkan bahwa Trump disebut ingin mengusulkan Infantino sebagai calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggantikan António Guterres yang masa jabatannya akan berakhir pada Desember mendatang.
Di tengah berbagai kritik tersebut, Infantino sebelumnya mengunggah pernyataan panjang melalui Instagram yang membela penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menuding para pengkritik menyebarkan kebencian dan rumor palsu.
Menurut Infantino, turnamen berlangsung aman tanpa kekerasan maupun insiden berarti. Ia juga menyoroti partisipasi Haiti sebagai bukti bahwa sepak bola mampu menyatukan dunia. Mengenai polemik hukuman Balogun, Infantino menyebut keputusan semacam itu merupakan praktik yang lazim diterapkan di berbagai liga besar.
Sementara itu, Gedung Putih mengecam langkah Raskin. Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyebut surat tersebut bermuatan politik dan memuji keberhasilan Trump dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Menurut Ingle, turnamen tersebut menghasilkan miliaran dolar bagi perekonomian Amerika Serikat, memberikan dampak ekonomi besar bagi kota-kota tuan rumah, serta berlangsung aman dan lancar bagi jutaan penonton maupun atlet dari berbagai negara. Ia bahkan menyebut Piala Dunia 2026 sebagai salah satu ajang olahraga paling sukses dalam sejarah.

