TERMINALNEWS.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut melontarkan kritik kepada pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, setelah The Three Lions kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026.
Inggris harus mengubur impian tampil di final setelah Argentina membalikkan keadaan dalam pertandingan yang berlangsung di Atlanta Stadium. Kekalahan tersebut memicu sorotan terhadap pendekatan taktis Tuchel, terutama pada babak kedua.
Inggris sempat unggul lebih dulu pada menit ke-55 melalui gol rekrutan baru Barcelona, Anthony Gordon. Saat itu, Inggris hanya membutuhkan waktu sekitar 35 menit lagi untuk mengamankan tiket ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka.
Namun, setelah unggul, para pemain Inggris justru memilih bermain lebih bertahan. Keputusan Tuchel juga menuai kritik setelah ia menarik keluar Anthony Gordon dan Declan Rice, kemudian memasukkan dua pemain bertahan, Ezri Konsa dan Nico O’Reilly.

Perubahan tersebut membuat Inggris semakin tertekan. Statistik menunjukkan The Three Lions hanya menguasai bola sekitar 12 persen dalam kurun waktu 30 menit setelah gol Gordon hingga Argentina menyamakan kedudukan pada menit ke-85 melalui Enzo Fernandez.
Tekanan Argentina terus berlanjut hingga masa injury time. Lautaro Martinez akhirnya memastikan kemenangan Albiceleste lewat sundulan memanfaatkan umpan silang akurat Lionel Messi, yang gagal dihalau kiper Jordan Pickford.
Menjelang laga final antara Argentina dan Spanyol, Donald Trump turut mengomentari strategi Thomas Tuchel. Ia mempertanyakan keputusan sang pelatih yang dinilainya membuat kapten Inggris, Harry Kane, lebih banyak menjalankan tugas bertahan pada penghujung pertandingan.
“Saya mengenal seorang pemain hebat dari Inggris yang pernah bermain golf bersama saya, Harry Kane. Dia pemain yang fantastis,” kata Trump.
“Saya rasa mereka mungkin melakukan kesalahan ketika menjadikannya pemain bertahan. Apa yang saya tahu soal sepak bola? Mereka sudah unggul, lalu justru menempatkan pemain terbaik mereka untuk bertahan.”
Presiden FIFA Gianni Infantino, yang berada di samping Trump saat pernyataan itu disampaikan, tampak menganggukkan kepala dan bertepuk tangan. Trump kemudian menambahkan bahwa tim seharusnya tetap berani menyerang meski sudah unggul.
“Kita harus tetap sedikit ofensif, bukan? Tapi saya bukan pelatih, jadi apa yang saya tahu? Hanya saja keputusan itu terasa agak tidak biasa,” ujar Trump.
Kekalahan dari Argentina membuat Inggris kembali gagal menembus final Piala Dunia, sementara Argentina akan menghadapi Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026.


